Wednesday, October 31, 2012

Stupido Xenia in Pantura

Let me share what I've just had in my Monday.

Monday,
October 29, 2012
I was with my friends on the way heading to Cikarang.

The best part at that time is: both my friends are gentlemen, I had no charge in driving this metal wheels, so I had plenty of time to sleep all road long (the real reason is because I can't drive). My friends bought many things back home that's why there were three plastic bags on the back seats (besides me). I laid on the right door, behind the driver's seat, and it was really comfortable sleeping in that position until a reckless Xenia cut our way in the crowded road. It was just in inches this Xenia just about hit the right side of our car, and if only my friend not decreasing the velocity of the car, when this Xenia successfully stole our way, we would crush its back. It happened in seconds. Stupidoo Xenia.

My friend who rode the car just get shocked. But he seemed not panic.

A minute later, we met again a Xenia.
I thought it was a different Xenia with the previous one because there were bunches of Xenia. When we were about to overtook. Again, THIS STUPIDO XENIA cut our line. My friend become angry and start to questioning why that stupidos always cut our way. We tried again to overtake, at that moment we wanted to check whether that Xenia wanted to play some show or whatever. And Yes, It did. It cover our way. Making sure that we were always behind.

My friend got angry, he brought the car closer to the back of the stupid Xenia and captured the police number. I saw that the passengers of that Xenia had realized what we were doing. Finally this Xenia gave us a way.
The driver of Xenia opened the window and yelled at us: "Tabrakan yuk ... tabrakan yuk"
I saw his lips shivering.
My friend replied, "Apa masalah lo?"
The stupido driver yelled the same thing again, "Tabrakan yuk ..."
I thought it was the master of stupidos doing on the road and my friends pretty smart not playing around with this stupidos. He run the car faster and left the Xenia behind.

There were about 3-4 handsome dudes in that Xenia, unfortunately, their brain is just filler inside their skull. Can't they thought that doing stupid things like that danger themselves? just imagine if our car is a truck (the most vehicle passing on this road), their Xenia will be a scramble-car once a truck hit it.




Share:

Saturday, October 27, 2012

Bahagia Itu Murah

The old says, "Happiness is Cheap"
Pernah dengar ungkapan itu?
Klise memang. Namun itu ada benarnya.

Aku pernah bercerita sebelumnya bahwa di rumah kami tak menonton TV. Bahkan televisi itu menjadi salah satu penghuni gudang kami sekarang. Lalu apa kesibukan kami disaat luang?
Kami menghabiskan waktu bersama.

MEMBACA bagiku adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan.sebuah hobi atau bahkan candu yang sulit aku tinggalkan. Semenjak aku kecil dulu, aku jatuh cinta pada buku cerita. Berharap bahwa suatu hari nanti, ketika aku punya rumah sendiri, akan aku buat sebuah kamar yang menjadi perpustakaan pribadiku.

Namun membaca bukanlah hanya menjadi hobiku, melainkan hobi seluruh anggota keluargaku. Kami bisa membaca Novel seharian hanya diselingi untuk minum dan beribadah. Di ruang keluarga kami, dimana dulu sekali, ada sebuah televisi di salah satu sisinya, kami berempat; Ibu, Abay, Aluh dan aku duduk di kursi, di atas karpet, di atas bantal biasanya akan membaca setumpuk komik dan novel yang kami pinjam untuk seminggu. Kami akan duduk, saling membisu, membaca buku yang ada di tangan kami. Sesekali kami akan berebut, memperebutkan buku yang sama, me-ranking siapa yang berhak membaca buku itu terlebih dahulu lalu kami akan kembali disibukan oleh buku yang ada di tangan kami.

Selain membaca, kami suka sekali menonton film.
Bukan menonton televisi, tapi menonton film.
Kami tak pergi ke bioskop untuk melakukannya. Bioskop tak ada di kota kecil kami. Kami harus pergi menempuh paling cepat 45 menit perjalanan pergi ke kota tetangga hanya untuk menonton 2 jam film --- terlalu menghambur-hamburkan uang dan waktu kami. Jadi kami lebih suka meminjam beberapa kaset DVD atau mendownload beberapa film di internet yang dapat kami tonton bersama.

Biasanya kami hanya nonton berempat.
Ayah tak mengambil bagian cerita untuk kebersamaan seperti ini. Beliau berada di luar kota yang jaraknya 4 jam perjalanan dari kota kecil kami. Beliau hanya pulang ketika weekend. Hanya bergabung ketika dia berada di rumah bersama kami.

Ini adalah 2 kegiatan rutin yang biasa kami lakukan bersama-sama. Dan kami bahagia menjalaninya. Tiap kali
kami para anak memiliki setumpuk komik di dalam kamar kami, keesokan paginya, komik-komik itu telah bertumpuk rapi di dalam kamar ayah-ibu. Mereka selalu tahu bahwa kami memiliki persediaan komik untuk dibaca dan mereka tidak mau ketinggalan untuk membaca apa yang kami baca. Film-film yang kami tonton selalu ada dalam pengawasan mereka. Kami menontonnya bersama-sama. Meskipun beberapa kali kami hanya memiliki film tanpa subtitle bahasa Indonesia (dan sebenarnya ibu selalu mengeluh jika kami harus menonton film tanpa subtitle), ibu akan tetap setia menontonnya melalui layar laptop bersama kami. Aku dan Abay yang berusia lebih tua dari adik kami: Aluh, cukup selektif memilih film yang akan kami tonton mengingat kami akan menontonnya dengan Aluh yang masih sekolah SD. Tapi ketika Aluh menginjak usia 13 tahun, kami cukup berani menonton bersama beberapa film box office dan dia cukup tahu diri untuk tidak melihat adegan-adegan yang tidak diijinkan oleh orangtuaku. Karena sekarang kami semua sudah cukup paham apa yang boleh dan tidak boleh untuk kami, ayah dan ibu kini berani meminta kami untuk mencari beberapa film yang sedang happening dan diberitakan oleh banyak orang.

Inilah kehidupan di rumah kami. Kami bahagia bisa hidup seperti ini. Aku bahagia menyadari kenyataan bawa kedua orangtua kami menerima apa kesukaan anak-anaknya dan tetap membimbingnya agar tidak melampaui batas. Bahagia bagi kami mudah

If the old said, happiness is cheap, then I reply
"Happiness is easy"

Share:

Friday, October 26, 2012

Zipped Pouch

Pertama, mari kita berterima kasih kepada Ross pemilik Sew Delicious atas creative blog nya yang sangat menginspirasi. Postingan kali ini merupakan hasil sadur dari salah satu postingannya dan telah saya praktekan. Hanya saja, saat itu saya lupa untuk membuat dokumentasinya.




HERE WE GO,
Tutorial ini diperuntukan bagi siapa saja yang mau mencoba membuat 'small pouch'. Caranya mudah dan teknik yang digunakan adalah teknik-teknik dasar dalam menjahit.


Langkah 1:


Pertama, kita akan menyiapkan 2 potong kain yang kira-kira dapat digunakan sebagai bahan pouch bag, 1 buah rensleting dengan ukuran yang disesuaikan.
Yang ditampilkan pada gambar adalah 2 potong kain berukuran 18cm x 14cm dan resleting dengan warna senada berukuran 15cm.

Langkah 2:


Kita akan mulai menjahit kedua items ini. Langkah yang satu ini 'agak' sedikit tricky karena kita akan menjahit kedua potong kain dengan rensleting. Untuk memudahkan pengerjaannya, posisikan kedua potong kain berhadapan sehingga yang nampak di luar adalah bagian dalam kain.
Letakkan rensleting secara terbalik di-bagian-atas-kain. Kita sudah siap untuk menjahit.

Langkah 3:
Sedikit catatan untuk seorang pemula yang baru menggunakan mesin jahit. Ada beberapa jenis "kaki" untuk jarum jahit. Untuk itu pastikan bahwa kamu menggunakan kaki untuk menjahit rensleting.
jahitkan rensletingnya sisi demi sisi. jika 1 sisi telah selesai dijahit, ulangi lagi untuk menjahit sisi yang lainnya.

Langkah 4:

Bisa dilihat pada gambar diatas maksud dari penjelasan saya mengenai posisi kain dan rensleting.
Pada saat menjahit sisi yang lainnya, hati-hati, bila perlu, buka rensleting agar memudahkan dalam menjahitnya.

Langkah 5:
Hasil jahitannya nanti akan seperti gambar diatas.

Langkah 6:


dan jika di balik, maka hasilnya akan nampak seperti gambar di atas

Langkah 7:

Hasilnya menjadi tampak lebih baik bukan??
Tapi pastikan apa rensletingnya macet atau tidak setelah dijahit dengan kain. jika macet, bongkar saja lalu kembali membuatnya dari awal.

Langkah 8:


Langkah selanjutnya sangatlah mudah. Posisikan kembali kain secara berhadapan sehingga yang nampak adalah bagian dalamnya. lalu jahit seluruh sisinya.


Langkah 9:

gunting bagian pojok kain seperti gambar di atas, agar pouch dapat membentuk sempurna dengan rapi.
hati-hati merobek bagian jahitannya.

Langkah 10:
Violaaaaaaa, tinggal balikkan bagian luar ke dalam melalui rensleting dan hasilnya akan nampak cantik sekali



ENJOY SEWING THEN

Note:
>>> Jika tidak punya Mesin jahit, tidak perlu khawatir, gunakan "kancing prepet" (aku sih nyebutinnya itu) sebagai pengganti rensleting.
>>> Kancing prepet adalah perekat pada kain. biasanya digunakan pada tas-tas tote-bag. Semua yang mesti dijahit tinggal dijahit menggunakan tangan.
>>> Jika menggunaka kancing prepet, pastikan ukuran kain ditambahkan lagi karena kancing prepet akan memakan banyak tenpat.



Share:

Wednesday, October 24, 2012

CHAPTER 1: Introduction (part 4)

Salam hangat semuanyaaaa,

Postingan saat ini masih saja berjudul CHAPTER 1: Introduction. Mau tahu alasannya kenapa? Karena ini masih awal cerita asal muasal alasan mengapa aku buat blog ini. Aku masih belum berniat untuk share what I have right here just because it is still a big O.

Tapi, bukan berarti semua postingan aku yang bernama CHAPTER 1 itu adalah postingan useless. Buat aku, Chapter 1 adalah sebuah langkah awal untuk membuat blog yang fully inspired by everyone around me. Lalu, apa yang akan aku share kali ini? Aku akan share mengenai diriku.

Aku Gina,
Nama ku memang Gina. Anak pertama yang sangat diharapkan menjadi kuat dan berharga pada saat dia besar nanti. Itu alsannya kedua orangtuaku sepakat memeberi nama: Gina Eka Jati.
Aku lahir pada akhir bulan Mei, golongan darahku A, jadi bayangkan saja kepribadian seorang gemini yang kembar dengan darah A yang mengalir didalamnya. 
Aku suka sekali sayuran. dan jika dilihat dari diet yang dianjurkan untuk kaum bergolongan darah A, daun-daunan memang cocok sekali untuk ku yang punya masalah dengan pencernaannya.

Saat ini aku tinggal di sebuah kosan ber cat orange. (Bayangkan catnya berwarna Orange seperti minute pulpy orange) Awalnya aku tidak suka dengan tempat tinggalku ini. rasanya tidak nyaman dengan warna orange mencolok mengelilingiku. Aku bahkan mengeluh kepada kedua orangtuaku tentang warna cat yang ----- (tak usah aku sebutkan). Apa daya, aku memang tak punya kuasa untuk meminta ibu kos mengecat ulang kamarnya, maka dengan mulut terbungkam dan mata berkaca-kaca, aku terima takdir ini.

Tuhan memang penuh belas kasih. Mungkin kedua orangtuaku terus meminta kepada Tuhan agar aku nyaman tinggal disini. Kosan orange ku nyatanya tak seburuk yang aku bayangkan. meskipun ruangannya tanpa AC, aku tak merasa kepanasan hebat layaknya tinggal di kosan tanpa ac lainnya. Rupanya, kota industri ini masih memiliki lahan pesawahan yang untungnya berada tepat di dekat kosan orange ku.mungkin itu alasannya mengapa kamar ku tak terasa panas.

Hobby ku menonton film dan membaca.
Aku selalu menghabiskan makan siangku sambil menonton film meskipun film itu pernah aku tonton sebelumnya. Tapi untuk membaca buku, aku terbiasa membaca buku hanya sekali, membiarkan jalan ceritanya tersimpan di otakku. Aku tak suka membaca buku yang sama berulang ulang, kecuali untuk komik. untuk beberapa komik berseri, akan menyenangkan jika kita membaca lagi seri sebelumnya lalu dilanjutkan dengan membaca seri yang baru. Setidaknya nanti aku akan kembali teringat dengan detail-detail yang mungkin saja akan dibahas di seri selanjutnya.

Aku suka lagu-lagu lama.
Aku masih suka dengan lagu-lagu populer saat aku SD dulu, lagu westlife, lagu blue, jikustik, agnes monica dll, I love them much. Jika dibandingkan dengan kebanyakan lagu-lagu sekarang, I still give two thumbs up for the old ones.

Yang paling penting, currently aku sedang menyusun skripsi-ku. Aku sangat berharapaku dapat menyelesaikannya tepat waktu.



Share:

Sunday, October 21, 2012

CHAPTER 1: Introduction (Part 3)

After I introduce you the the motive as the background of this blog, let me explain why I choose cup-cake and realm as my blog.

CUP CAKES
If we find out what cup cake is, cup cake is a small cake served for 1 person. It is look lovely and yummy.
Back then, in my family in which 3 children live in it, our cup cake is kue bolu kukus which is let me judge that this kind of cake is the lowest level of cup cake. If you wanna laugh, please freely.


Sometimes in my day dreaming time, I hope for having a magic power so I can spell the poor kue bolu kukus become a fairy cake: cup cake. Or I spell my room become a cupcake room, where everything in it made of cup cakes. Or I spell the garden at the back of my house become cup cake land where the trees' fruits are cup cakes.


REALM

I ever hear his word before but I could not remember when it was exactly. But when I watched movie: THOR there was a conversation when the main-actor who lives not on earth said "this realm" to define Earth and I was inspired by that.

It was random thought of course. But it is the origin of the Cup Cake Realm ; from this madness, I start to create my own kingdom

Share:

CHAPTER 1: Introduction (Part 2)

Here again,
My inspiration for this blog is from my small family. My mom, my dad and my siblings are the main objects that I will share here. 

Starting from my dad,
He is a strong man. Currently in his spare time, he works in our field. plant paddy, and other vegetables. He is not a farmer actually, he was graduated from accounting. But he is not ashamed with what he does lately just because he thinks he needs to do it. His skin is tanned of course. But I saw him more gentle with his tanned skin. hahaha

Then my super mom,
My mom is a chemistry teacher in a private hi-school.She works hard everyday. What I give full respect to her because she is a strong woman, accompanies a strong man protects their lovely children. I pretty know how hard she struggled until she is in this level. 

The last is my siblings,
My baby boy and baby girl are growing up fast. I still remember that I was crying when my mother gave their births. Now, both of them are a students in the uniform. Both my lovely siblings have different characters. What I love the most are the facts that we have many something-in-common besides those differences. 

They are the reason why I should become a good girl.
More and less, they are the motive why I did so far.

I won't explain many things right now since it is just a beginning. That's why it's called an Introduction.
May it entertain you reading this blog. in the next post (I am not sure when because I think that I should introduce you other thing), I will share what I call 'treasure under the pillow'.

Cheers, 
Share:

Saturday, October 20, 2012

CHAPTER 1: Introduction (part 1)

Ol rite...
Let's we start blogging with this picture. I am sure that all of you know what it is.
It is my favorite animal: giraffe. I was falling in love with this creature when I went to a zoo couple years ago. (Yes, I've never gone to a zoo when I was a child).
I use this picture to define me. Well, eventhough I do not have either long neck nor long legs, but I still want to use this to define me (*pretty stubborn rite?)

Personally, giraffe is exotic; has style, cool; and most of all, it is unique.
while some other creatures has many family, for instance: cats. how many family that cats have? tigers, leopards, lions, cheetahs, a~~~~ lot.
Then compare to giraffe. How many creatures are look like giraffe? a creature with long neck and legs. Correct me if I am wrong. As I know, none is look like lovely giraffe.

The essence that I wanna bring here is being different.
Like giraffe, currently it is categorized as  rare wild animal. But yes, it is still alive and you can find it in the zoo. Being different doesn't mean being dying. Being different is a challenge to show up as a better person. Being different is a change to have more opportunities.
And I am here with my giraffe tell the world that we do exist.

Share: