Sunday, December 24, 2017

Melatih kemandirian (Aliran Rasa)

Saya tak pernah menyangka bahwa sudah fitrah bagi anak untuk menjadi mandiri seiring berjalannya waktu. Namun pola didik yang tidak tepat ternyata dapat membuat anak gagal mencapai stage kemandirian yang harus dicapainya. Memberi contoh, merutinkan kegiatan dan kegigihan orang tua tentu akan menstimulus anak untuk menguasai kemampuan yang sudah sepatutnya ia kuasai.

Pada kesempatan ini, untuk Inu yang sudah berusia 2 tahun, saya memilih menggosok gigi dan potty training di project one week one skill. Kedua skill ini saya pilih mengingat keduanya esensial. Gigi Inu sudah tumbuh hingga graham depan sehingga penting bagi dia menjaga kesehatan dan kebersihan gigi; sementara potty training saya pilih karena saya merasa Inu sudah siap memulainya.

Menuliskan prosesnya memudahkan saya mengevaluasi perkembangannya. Dengan demikian pula, saya dapat melihat progres pencapaian yang Inu lakukan disetiap harinya. Dan tentu saja persiapan dan strategi matang telah dipersiapkan demi suksesnya proses pencapaian skill ini. Ada proses jatuh dan bangun. Tidak melulu terjadi peningkatan dari hari ke hari, dan pada akhirnya saya menemukan ritme juga kondisi paling sesuai untuk membuat Inu melakukannya dengan gembira.
Share:

Tuesday, December 12, 2017

Melatih Kemandirian (Day 10

Hari kesepuluh

It's gonna be the last journal of Inu's life skills. Dalam kehidupan nyata, baik gosok gigi dan toilet training masih berlangsung. Sikat gigi harus bisa diaplikasikan seumur hidup, dan harapannya toilet training bisa lulus sesegera muñgkin.

Dalam meraih skills, yang belajar gak cuma bayi, tapi juga mama. Mama harus sabar. Apalagi mama ini tipe sumbu pendek. Sumbunya harus dibikin panjaaaaaa...aaaang banget. 

Kerena anak bayi harus dibisikin buat to do what he should do almost every second. Kadang ada aja momen alpanya, seperti karena keasikan main jadi dia ga mau dibawa ke kamar mandi buat pipis hingga akhirnya ngompol.

Tapi di hari sepuluh ini, inu bisa loh gak ngompol pas malam. Karena pas mau tidur mama janjian sama inu buat dibangunin malam buat pipis. Bahkan pas inu hampir terlelap juga mama bisikin: "inu pipis di kamar mandi yaaaaa" eeeh, dijawab "iya" sambil setengah sadar.

Rasanya mama mau bikin selamatan inu gak ngompol malam ini.


#Hari10
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Monday, December 11, 2017

Melatih Kemandirian (Day 9)

Hari kesembilan

Hari ini riweuh. Tau-tau Inu gumam pelan kalau dia pipis. Ups, mama lupa bawa Inu ke kamar mandi buat pipis.

Okaaaay, my bad. 

Setidaknya yang masih bisa disukuri adalah Inu bilang kalau dia pipis. Duuuuh, Indonesia banget untuk urusan positive thinking dalam setiap kesalahan.


#Hari9
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Share:

Sunday, December 10, 2017

Melatih Kemandirian (Day 8)

Hari kedelapan

Gosok gigi masih terus dibiasakan, tapi karena ini pake one week one skill lanjut ke skill berikutnya: Toilet Training

Sejak usia 18 bulan, inu pernah dibiasakan lepas diaper selama siang weekdays. Tapi selama 3 bulan terakhir Inu pakai diaper full day karena aku belajar buat tes cpns.

Sekarang dibiàsain lagi lepas diaper.
Senjatanya udah siap: perlak di kasur, dan celana dalam. Perlak dipakai biar kasur enggak kena ompol, sementara celana dalam itu biar Inu biasa pakai celana dalam daaaaan biar kalau pup di celana ga bocor kemana-mana (maklum Inu masih belum mahir mengenali tanda-tanda BAB atau BAK).

Strategi awalnya masih sederhana, ajak Inu pipis di kamar mandi setiap setengah jam (kalau habis banyak minum) dan setiap satu jam (dalam aktifitas normal). Sementara kalau pup blm nemu cara yang nih. Barangkali ibu-ibu disini ada yg bisa share ilmu atau pengalamannya?


#Hari8
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Share:

Friday, December 8, 2017

Melatih kemandirian (Day 7)


Hari ketujuh

It's the last day of documenting Inu brushing teeth skill.

Berasa banget ups and downs-nya ternyata kalau ditulisin diary-nya kayak gini. Dari yang awalnya semau-Inu sekarang udh lebih proper dari sebelumnya.

Hari ini ga sulit ajak Inu gosok gigi. Cukup diingatkan sekali dan Inu dengan antusias tunjuk sikat dan pasta gigi yang disimpan di atas. Inu juga udah bisa nyolek pasta gigi tanpa bleber (mengingat pasta giginya sendiri udh berkurang sangat banyak) udh bisa gosok putar-putar (gosok bulat-bulat ala upin-ipin), udah bisa meludah dan kumur. Progres yang besar banget untuk program intensif selama seminggu.

Alhamdulillaaaah

(Eh, kmrn udh janjiin jelasin permainan ya. Ternyata belum sempet nih. Akan disusulkan kemudian yaaa)

#Hari7
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Thursday, December 7, 2017

Melatih Kemandirian (Day 6)



Hari keenam

Bangun pagi ini spesial karena Inu mengalami kebocoran diaper. Alhasil pagi ini papa langsung mandiin anak bayi sementara mama nyiapin sarapan.

Dari dapur mama teriak-teriak kasih instruksi buat papa, mulai dari gosok-gosok lipatan tangan, leher termasuk instruksi sikat gigi.

Papa amazed banget tahu inu udah bisa sikat gigi, udah bisa meludah dan juga kumur. Anyway Inu kumurnya udh bisa air mentah looooh

Oh ya, mama nemu gambar ini buat main tentang sikat gigi sama inu, insya allah besok penjelasan singkatnya


#Hari6
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Wednesday, December 6, 2017

Melatih Kemandirian (Day 5)



Hari kelima

Saya rasa urusan menggosok gigi ini butuh waktu lebih dari seminggu. Inu mulai banyak menolak termasuk menolak untuk mandi dan sikat gigi. Rasanya kami berdua banyak berdebat sampai akhirnya anak bayi mau masuk kamar mandi... Hadeuuuuhhh, sebagai orang tua cuma bisa ngaleukeunan. 

Progres kali ini adalah Inu minta sikat giginya sendiri. Ga disuruh lagi
Alhamdulillaaaahhh


#Hari5
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Tuesday, December 5, 2017

Melatih Kemandirian (Day 4)



Hari keempat melatih kemandirian menggosok gigi udah less dramas. Isi pasta gigi udah sangat berkurang. Sulit buat Inu keluarin isinya tanpa bantuan mama.
.
Cara Inu gosok gigi juga udah lebih oke. Kok bisa cepet? Karena dia contoh mamanya gosok gigi.
.
Kamar mandi kami memang tidak didesain pakai westafel juga cermin. Jadi harus ekstra effort niiih. Mama sikat gigi di hadapan Inu. Dia dengan cermat mengamati dan dengan baik meniru. Emang belum lihai, tapi cara dia gosok dan kesungguhannya lebih baik dari hari kemarin.
.
Mengenai sikat gigi, pilihan saya jatuh ke sikat gigi yaaaaaang: pada kemasan ada tulisannya peruntukannya untuk usia 3 tahun kebawah. Sesederhana itu. Biasanya bulu sikat udah dijamin lembut. Brand-nya tidak saya sebutkan yaa, bisa pilih sendiri berdasarkan preference masing-masing. Usahakan pilih brand yang emang expert di produk itu.

Saya udah beberapa kali ganti sikat gigi Inu. Alasannya mulai dari karena Inu gosokin sikatnya ke lantai juga bulu sikatnya yang udah mencong sana sini. Ga bertahan lama. 2-3 bulan sudah ganti. Tapi kalau bisa bertahan hingga 6 bulan, tetep harus diganti soalnya itu anjuran dokter, karena sikat gigi yg usianya lebih dari 6 bulan pemakaian memungkinkan bakteri tumbuh subur disana.



#Hari4
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Monday, December 4, 2017

Melatih Kemandirian (Day 3)


Hari ketiga progresnya luar biasa karena aku dan Inu rebutan pasta gigi.
.
Drama pasta gigi ini macam serial televisi deh. Apa karena mamanya sempet jadi anak tipi? Alaaaah, haluuu... Sambung-sambungin aja semuanya.
.
Jadi dari dulu emang suka rebutan pasta gigi karena Inu selalu tertarik buat mencet tube sampe isinya keluar. Kalau sekali masih bisa ditoleransi, tapi tidak boleh ada yang kedua dan selanjutnya. Mubazir!
.
Susah payah loh ini bujuk Inu buat mencukupkan kelakuannya ini. Tapi karena pake pasta gigi ekstra, buih sikat jadi banyak. Inu semangat bilang: "gelembung". Ni tanda-tanda dia hepi.
.
Anyway mari sedikit bahas pemilihan sikat gigi.
.
Sikat gigi anak tuh banyak brand dan variannya. Dari yang premium sampe yg ekonomis; Dari yang tersedia di Alfamart sampe yang cuma bisa dibeli online, tapi apapun yang dibeli, coba dulu sama ibunya yaaa (setelah ibu sikat gigi tentunya)
.
Kebetulan saya selalu pakai sikat gigi anak sejak kuliah. Orang tua saya selalu belikan saya sikat gigi dengan kepala yg kecil di rumah. Saat merantau, saya punya kesempatan eksplore sikat gigi yg kepala kecil sampai akhirnya pilihan jatuh ke sikat gigi untuk anak.
.
Saya lumayan banyak tahu tentang sikat gigi anak ini. Saya pernah kecele (a.k.a ketipu) sikat gigi branded dengan bodi menarik. Cuma sanggup saya pakai selama 3 hari karena bulunya kaku, tajam, selalu melukai gusi saya. Saya pun menghindari sikat gigi anak dengan ujung bulu lembut, beberapa brand varian ini ujungnya justru menusuk-nusuk gusi.
.
Etapi, cuma beberapa loh, suatu hari saya nemuin sikat dengan ujung bulu halus dan lembut. Selanjutnya saya ceritakan besok, riweuh soalnya



#Hari3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Sunday, December 3, 2017

Review: Cussons Tissue Wipes



Siapa yang tidak kenal produk tissue wipes-nya Cussons? Produk ini multi fungsi, dari jaman single sampai punya toodler saya pernah pakai produk ini.
.
Dulu saya pakai untuk darurat hapus eyeliner (jaman itu eyeliner water proof sulit ditemukan dan harganya masih blm muat di kantong saya). Saya pakai juga pas darurat bersihkan wajah dari debu jalanan ibu kota. 
.
Sekarang pakai tissue wipes pas darurat bersihin anak bayi dari mulai mulut, tangan, bahkan pas ganti popok. Pas darurat loh yaaa, ini tuh pas kondisi lagi sulit akses air, macam lagi di perjalanan, atau pas asik main di luaran.
.
Saya tidak stick di satu brand, hampir semua brand baby wipes sudah saya coba. Alasannya supaya tahu pros & cons nya. Dan dapet kesempatan coba Cussons Baby Wipes dan menuliskan testimoninya bikin saya ingat kalau produk ini adalah tissue wipes pertama yang saya coba dan saya merasa puas memakainya. Kini, setelah menjalankan peran sebagai istri dan ibu, produk ini tidak hanya cocok untuk saya dan bayi tapi untuk semua anggota keluarga; ditambah produk ini termasuk mudah sekali ditemukan dan sering juga dijual dalam bentuk promo. 

#HomeTesterClubID
#HTCxCussonsBabyWipes
Share:

Melatih Kemandirian (Day 2)



Ini hari kedua.
.
Persiapannya masih sama seperti kemarin. Nyiapin gayung, air mateng buat kumur, sikat dan pasta gigi. 
.
Bedanya sekarang itu aku kasih lihat Inu kalau pasta gigi dioles di bulu sikat. Biar menarik. Dan respon Inu itu "Woooow", dia amazed dari tube bisa keluar pasta. Trus dia lebih bahagia daripada kemarin sikat giginya. (Yang kemarin setengah dipaksa sih)
.
Karena hasil latihan gosok gigi kemarin dirasa kurang berhasil, saya cari-cari tips dari ibu-ibu sekitar. Yang belum saya coba itu adalah membuat prosesi gosok gigi ini menjadi menyenangkan. 
.
Saya emang punya pengalaman ga enak sama Inu tentang pasta gigi. Waktu itu pasta gigi saya letakkan dalam jangkauan Inu. Saya meleng bentar lalu violaaaa, pasta gigi hampir semua isinya udah keluar dan digosokin ke lantai pake sikat giginya sendiri. Ga mau hal itu terulang jadi saya ekstra hati-hati.
.
Yaaa, sekarang kuncinya jangan meleng. Temani full anak saat sikat gigi. Bikin kegiatan ini menyengkan.
.
.
Naaah, tentang pasta gigi yang ternyata rasanya asam, pas aku coba sendiri rasa jeruk kayak biasa. Gak asam sekecut mangga muda (yaeee, ini kan rasa jeruk). Curiga Inu lagi latihan ekting nih. Tapi pada akhirnya saya beli pasta gigi brand dan rasa lain. Pilihannya jatuh ke produk yang ada di foto. Alhasil sekarang ada 2 pasta gigi bayi. Yang lama tetap saya keep. Toh aslinya masih bisa dipakai.
.
.
.
#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share:

Saturday, December 2, 2017

Melatih Kemandirian (Day 1)



Ini hari pertama saya dokumentasikan proses Inu untuk bisa sikat gigi.
.
Banyak persiapannya meskipun masih yang standar kayak yang diajarin sama ibu-ibu tetangga. Mulai dari ngebujuk mandi, siapin gayung dan siapin air mateng buat kumur.
.
Sebenernya ini bukan kali pertama Inu sikat gigi. Sejak umur 14 bulan, saat Inu mulai fix makan tanpa dihaluskan saya kenalkan Inu sama sikat gigi. Dia masih ngerasa asing, sikat gigi cuma dikulum. 
.
Selanjutnya pasta gigi yang saya pakai bukan brand yang premium. Pasta gigi biasa, rasa jeruk karena Inu suka jeruk. Tapi Inu ga suka dengan pasta gigi ini. Asam katanya. Meringis saya dengernya. Emang gak aku coba pasta gigi ini sebelumnya. Salah banget nih kayaknya.
.
Sharing cerita ini dilanjut besok ya. Hari ini segini dulu.
.
.
.

#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Share: