Posts

Showing posts from September, 2015

Pergimu itu matiku

Berat mengubah sikap, rasa ini masih sama.  Tetapi memandang wajahmu aku tak sudi, sebab jangan sampai di hadapanmu aku meneteskan airmata.

Mengertilah bahwa aku lelaki yang benci menangis, mengertilah bahwa telah semampunya aku tak ingin melihatmu lagi.

Sementara, waktu menyeret hatiku jauh dari ragamu. Aku benci menjadi aku yang masih ingin berada di detik itu, di pelukanmu.

Betapa pesta yang sia-sia, ria yang percuma. Pada tiap esok yang kupunya, selalu lahir suatu tanya; kau di mana.

Betapa aku ingin berkata ya, namun tiada pintamu datang padaku. Mungkin, aku hanya sedang berpikir tentang suatu hari, yang tidak akan, pernah datang.

Disenangkan dengan menyenangkan,  demikian kita seharusnya tidak menyesaatkan ini semua. Kita pernah berbicara, meski sebentar. Dan dari kesebentaran itu, kita melahirkan penyesalan yang umur panjang.

Kupikir, tulus itu tak bicara untung dan rugi. Ketulusan menemukan, kesementaraan itu tak sia-sia. Akan tetapi perasaan itu tipuan, dijadikannya ketanpaan sama d…