Tuesday, January 23, 2018

Kecerdasan (Aliran Rasa)

Aliran rasa lv.03

Family project Saya Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini melibatkan banyak pihak Dan banyak keluarga. Project ini Saya pilih karena Saya kembali terjun ke ranah publik yang kemudian membuat Inu harus dijaga oleh eyang dari pihak Saya juga Suami secara bersamaan (beruntung sekali mereka bertetangga). Kami berkolaborasi dalam  membersamai Inu. Berawal dari memberi tahu kebiasaan-kebiasaan yang biasa Saya terapkan di rumah, para eyang mau menyesuaikan standar mereka dengan pola yang kami miliki.

Saya meminta para eyang untuk membiasakan Inu berdoa, meski tidak mudah melafalkan kosakata berbahasa Arab. Saya juga meminta para eyang untuk menghormati emosi yang Inu miliki. Emosi marah, sedih, gembira juga lainnya harus diterima dengan positif. Inu boleh marah jika merasa kesal, boleh menangis jika merasa sedih, boleh bersembunyi jika merasa takut. Setiap emosi yang diekspresikan akan membuat dia merasa lega, menumbuhkan rasa percaya pada orang-orang terdekatnya, percaya dengan dirinya sendiri juga terbuka pada orang terdekatnya. 

Project ini memaksa Saya untuk keluar dari ketakutan saya akan pikiran-pikiran negatif. Takut bahwa eyang akan memanjakan anak saya, ketakutan bahwa kebiasan baik yang Saya mulai tanamkan sejak Inu kecil terpupuskan tanpa sisa karena tidak pernah dipraktekan bersama eyangnya. Komunikasi adalah langkah awal dari project ini Dan kebiasaan baik yang konsisten adalah kunci tercapainya Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini

#AliranRasa
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan

Share:

Friday, January 19, 2018

Kecerdasan (Day 10)

Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini adalah project yang paling penting dalam kehidupan kami saat ini. Menyerahkan pengasuhan Inu kepada orang tua kami adalah keputusan terbaik sekaligus terberat kami saat ini. Kami bisa memastikan bahwa Inu mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan yang kami harapkan, kami pun dapat memastikan bahwa lingkungan Inu tumbuh saat ini adalah lingkungan yang baik yang memungkinkan dia meniru hal baik juga mempelajari banyak hal penting lainnya; ditambah orang tua adalah salah satu orang yang paling kami percaya dalam mengasuh Inu.

Yang membuat kami merasa pilu adalah momen-momen komunikasi yang tidak selancar yang kami harapkan. Inu yang perasa beberapa Kali menolak video call dengan alasan 'tidak suka'. Dia memang tidak menyukai situasi dimana dia harus tinggal terpisah dari kami orang tuanya. Yang semakin membuat kami haru adalah cerita bahwa nafsu makannya meningkat akhir-akhir ini. Inu yang diberi tahu bahwa makan akan membuat dia cepat tinggi langsung termotivasi. Rupanya Inu ingin sekali cepat tinggi supaya bisa segera bekerja bersama mama. Dia sangat ingin berkumpul bersama kami lagi 😫😫😫


#Hari10
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share:

Wednesday, January 17, 2018

Kecerdasan (Day 9)

Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini

Ini hari pertama saya tidak menghubungi Inu sama sekali. Keterbatasan waktu yang saya miliki sekaligus kemampuan para eyang yang belum terlalu percaya diri untuk melakukan video call membuat hubungan jarak jauh ini cukup rumit. Memanga saya dan suami sebagai orang tua berharap bahwa komunikasi dapat dilakukan setiap hari dengan lancar, namun kenyataan tidak selalu selaras dengan keinginan. Obrolan kami siang tadi berputar pada topik kerinduan kami pada keberadaan Inu. Tingkah dan celotehnya sangat kami rindukan dalam keseharian kami. 

Di tengah obrolan kerinduan ini, kami tiba di masalah kesyukuran atas keinginan (plus rasa rida) orang tua yang mau turun tangan dalam pengasuhan cucu mereka selama masa-masa saya bekerja (sebelum pengajuan mutasi). Berkat takdir ini, komunikasi kami dengan orang tua semakin intensif. Tak bisa dipungkiri bahwa tak banyak komunikasi kami buat dengan orang tua selama ini. Bahkan kami butuh 'tantangan dari IP' (saat kelas matrikulsi dulu) untuk bisa memaksa diri merutinkan menelefon mereka. Dengan Inu dalam asuhan mereka, kami secara rutin menelfon mereka.



#Hari9
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan


Please consider the environment before printing this email -----------
Share:

Tuesday, January 16, 2018

Kecerdasan (Day 8)

Ayah cerita, waktu dia bawa Mobil Dan tiba-tiba harus banting stir untuk menghindari lubang besar, Inu dengan tenangnya bilang, "Abah, pelan-pelan yaa."

Uuuuggghhhh, that's smoothly touching my heart.

#Hari8
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share:

Kecerdasan (Day 7)

Hari pertama ketemu Inu di moment Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini disambut dengan pelukan hangat. Mama rasanya senang sekali disambut dengan sebaik ini karena di video call terakhir Inu marah. Inu dengan lugas bilang "Inu ga suka" (ga suka lihat mama-papa lewat video call). Kalau neneknya menduga-duga, Inu kesal karena dia harus berpisah dari kami, orang tuanya. Alhasil, saya lebih banyak was-was di pertemuan pertama ini.

Sejauh yang para eyang ceritakan, Inu super behave. Mereka tidak merasa kerepotan dengan kehadiran Inu di tengah-tengah mereka. Inu cukup komunikatif, bisa dengan jelas mendeskripsikan apa yang ada dalam kepalanya juga dalam hatinya. Bahkan ketika marah sekalipun, saat abahnya minta Inu menjelaskan dengan tenang, Inu mau mencoba menjelaskan supaya abahnya faham (bayangkan anak umur 2 tahun sedang marah terus yg dimarahi minta penjelasan terus, Inu jadi bilang ini, "Inuuu --- sedaaaang --- kesaaaal", setiap kata diberi penekanan sambil menahan marah). Si Abah yang akhirnya faham mencoba membantu Inu meredakan amarah dengan cara dipeluk, "Inu sedang kesal, Innalillahi, sini Abah peluk".

Tapi kedatangan saya cukup membuat hari itu sebuah pengecualian. Inu sama sekali tidak mau ditemani selain dengan mamanya. Semua orang tidak boleh membantu dia juga membantu mama. Quality time kami almost perfect, mengingat hampir semua waktu kami habiskan berdua. Hal ini membuat momen good bye sudah pasti sangat berat. Terlebih berulang kali Inu mengatakan bahwa dia akan ikut Saya kembali pulang ke rumah. Meski Saya katakan bahwa Saya harus bekerja, Inu tetap bersikeras untuk ikut Saya pulang.


#Hari7
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan

Share:

Friday, January 12, 2018

Kecerdasan (Day 6)

Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini itu artinya mama Dan Papa percayakan anak pada para eyang dengan membekali satu-dua-tiga notes khusus seputar anak seperti: meminta para eyang untuk memahami emosi anak. Saat anak marah, coba peluk anaknya, bisik-bisik di telinganya, tanya kenapa dia marah. Biasanya Inu menjelaskan kekesalannya, seperti Inu tidak suka dicium dan dicubit pipinya. Maka, selayaknya menghadapi orang yang sudah berterus terang mengenai ketidaksukaannya, hindari cium dan cubit pipi Inu, minta izin terlebih dahulu jika ingin melakukannya, jika anak mengizinkan maka hal itu diperbolehkan. Sebetulnya Hal ini bukan semata-mata menghargai pendapat, tapi juga sebagai sebuah awal membentuk agar anak dapat menyampaikan perasaannya Dan dapat mengkomunikasikan pendapatnya.

Notes lainnya yang mama-papa berikan pada para eyang adalah meminta mereka menjelaskan alasan larangan secara logis dengan Bahasa sederhana. Seperti tidak boleh pegang kucing, tunjukan bahwa bulu kucing yang rontok saat dibelai akan menempel di telapak tangan yang akan membahayakan bagi kesehatan. Dengan begitu Inu faham alasan larangan itu dan mengerti untuk tidak melanggarnya. Hal ini akan membentuk anak memahami logika dan juga sebab-akibat.

#Hari6
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan

Share:

Thursday, January 11, 2018

Kecerdasan (Day 5)

Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini itu butuh proses apalagi anak biasa nempel sama mamanya. Para eyang harus menunggu anak menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa mama. Awalnya pasti sulit. Inu berulang kali menegaskan bahwa dirinya hanya ingin dengan mama. Dengan penjelasan yang baik, alhamdulillah Inu mengeti bahwa sosok eyang pun menyayangi dia dan mau jadi teman mainnya.

Selalu ajak anak bicara yang baik dari hati ke hati. Minta anak bicara dengan baik dalam menyampaikan keinginannya. Dengan demikian komunikasi dapat terjalin Dan semua pihak memahami situasi satu sama lain.


#Hari5
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share:

Wednesday, January 10, 2018

Kecerdasan (Day 4)

Cerdas bersama kakek-nenek & abah-nini itu memungkinkan Inu merutinkan baca doa sehari-hari, semisal doa bangun tidur, doa mau makan, doa masuk & keluar kamar mandi, doa pagi-sore, dll.

Meskipun kadang anaknya lebih milih loncat-loncat kabur tetep harus diikhtiarin supaya suatu hari nanti jadi kebiasaan yang autopilot.

Kuncinya satu sih, mama-papanya yang pesen sama para eyang buat ngebiasain itu semua. Semoga saja para eyang Ridho nurutin maunya mamak-baru ini
#Hari4
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share:

Tuesday, January 9, 2018

Kecerdasan (Day 3)

Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini udah wajib dilakukan apalagi kalau para eyang ini interaksi langsung secara intensif dengan anak.
Biasanya para eyang punya kecenderungan nge-'iya' in semua keinginan cucu, karena secara psikologis mereka udah free dari banyak tanggungan, dan menyenangkan cucu merupakan bentuk kesenangan bagi mereka (setelah mengencangkan ikat pinggang selama membesarkan anak, saatnya mengosongkan kantong untuk keturunan yang mewarisi seperempat DNA mereka, eh). Tapi kalau mama-papa mau menkomunikasikan seperti apa menghadapi anak, Saya yakin mereka tentu akan paham dan bisa menyesuaikan standar.
Saya minta tolong mereka saat Inu marah atau kesal, mereka tidak langsung panik dan mengimi-ngimingi dengan ini-itu (seperti Susu atau bahkan jajan), coba peluk anaknya dulu Dan dibawa ke tempat yang tenang sambil dielus punggungnya. Minta Inu bicara yg baik maunya apa, bila yg diminta adalah Hal yang tidak baik maka kakek-nenek wajib melarang juga wajib menjelaskan dengan logika sederhana alasan larangan tersebut.

Degdegan banget sih ngebayangin Hal ini, apalagi ga bisa membersamai... Rasanya hati ini menclossss


#Hari3
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share:

Kecerdasan (Day 2)

Cerdas bersama kakek-nenek & abah-nini itu memungkinkan Inu merutinkan baca doa sehari-hari, semisal doa bangun tidur, doa mau makan, doa masuk & keluar kamar mandi, doa pagi-sore, dll.

Meskipun kadang anaknya lebih milih loncat-loncat kabur tetep harus diikhtiarin supaya suatu hari nanti jadi kebiasaan yang autopilot.
Kuncinya satu sih, mama-papanya yang pesen sama para eyang buat ngebiasain itu semua.

#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share:

Sunday, January 7, 2018

Kecerdasan (Day 1)

Bismillahirrohmanirrohim
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang

Project di level 3 tentang kecerdasan. Tema yang Saya usung adalah Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini. Panjang kali temanya 😂. Tapi dari tema itu jelas lah yaaa, yang kolaborasi di project ini spesial ada 2 kakek - 2 neneknya sekaligus 😁. Loh mama-papanya gak ikutan? (Ini adalah pertanyaan kepo yang layak dijawab). Mama-Papanya tetep ikutan laaaah, yang koordinir para sepuh itu jelas mama yang disupport papanya.

Kakek-nenek Inu tuh paling top ngasih influence syar'i. Gak keberatan kalau Inu dibawa sholat berjamaah meski gerakan sholatnya masih semaunya, ngikutin bacaan al-fatihah dengan lantang meski terbata. Kelakuan ini Kalo dilakuin sama anak SMA sih bakalan disambit sendal jepit, tapi kalau dilakuin sama anak umur 2 tahun sih dianggap pinter-pinter aja.

So, yang mau dibiasain sama kakek-nenek Inu sekarang adalah sholat berjamaah dan doa harian. Meski di rumah udah biasa, di rumah nenek pun kebiasaan ini harus dijaga. Makanya di tantangan kali ini Saya mencoba melestarikan kebiasaan baik yang sudah mulai ditanam supaya terus berlanjut Dan semakin baik di masa selanjutnya.

#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan
Share: