Posts

Showing posts from June, 2015

Sore bersama Syifa

Sore itu matahari sudah hampir terbenam diantara gedung-gedung tinggi pencakar langit. Aku berjalan di tepi menghindari beberapa kendaraan yang tak henti hilir mudik sore itu. Lelakiku kemudian berjalan bergegas meninggalkanku. Sepertinya dia tidak sabar ingin segera merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.Sementara dia sudah sampai di pagar, langkah kakiku terhenti oleh sapaan cempreng manusia dengan tinggi kurang dari satu meter. Dia menatapku dengan mata berbinar dan senyuman lebar memamerkan dua gigi susu nya yang menghitam diserang manis."Hai kamu!" Katanya pendek dengan nada melengking."Hallo Syifa... kamu sudah mandi sore?""Belum! Itu siapa?" Tanyanya dengan nada heran. Syifa sepertinya jarang melihatku berjalan berdua dengan S. Ya, karena aku biasa bersama S disaat pagi-pagi sekali (aku yakin Syifa masih tidur), dan malam-malam saat pulang kantor (tentu Syifa tidak akan berkeliaran malam-malam)."Coba kamu tanya dia! Kenalan aja!"Syifa ter…

Dua Hati, Satu Cerita

Sejak pertama kali bertemu, aku tak bisa menahan diri untuk mengalihkan pandanganku darinya. Tawa yang renyah, celetukaan yang segar dan adu argumen yang pintar berhasil menarik perhatianku hingga akhirnya menatapnya berlama-lama; duduk terdiam di pojokan memandangi dirinya dari kejauhan sudah menjadi candu bagiku.Ada banyak wanita yang mengelilinginya. Sesekali mereka mencuri-curi kesempatan untuk sekedar bersinggungan badan, menyentuh kulitnya, melakukan high-five dengan nya. Satu-dua dari mereka meneguk minuman miliknya dengan sebuah kepercayaan bahwa itu adalah bentuk ciuman tidak langsung, seperti komik-komik Jepang ajarkan pada mereka saat mereka belia. Sedangkan aku, masih bertahan dengan duduk diam menatap sosoknya dari jarak yang tak bisa dibilang dekat. Aku sendiri tak pernah benar-benar bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Hanya gelak tawa keras yang aku dengar dari jarak sejauh ini. Tapi tidak masalah bagiku, karena semua tentangnya sudah aku ketahui. Menatapny…

Lovely absurd statement

Matahari semakin terik dan awan-awan sama sekali tak berniat menghalangi sinar panas yang aku yakin mampu menyakiti kulit. Aku berjalan cepat menjangkau bayang-bayang gedung yang bisa memberikan aku perlindungan, selain itu berjalan cepat akan membuatku segera tiba di tujuanku: closet. Ya, tempat buang hajat itu jadi benda yang paling aku inginkan saat ini, saat tubuh ini masih terus berjuang beradaptasi dengan keberadaan hormon-hormon asing yang memenuhi setiap tetes darahku.Dan harapanku yang lainnya adalah berharap pria yang sedari tadi membututiku bisa mempercepat langkahnya. Aku paham bahwa semilir angin yang menyejukan ditengah terik ini patut dinikmati; tapi mengingat waktu yang aku punya semakin menipis, kesabaranku mulai terkikis."Bisakah kamu berjalan lebih cepat? Karena aku akan muntah sebentar lagi"Dia sedikit terkejut.  Wajahnya mulai menampakan kepanikan,  tanpa sadar dia sudah berlari melewatiku dan membukakan tutup tong sampah."Tahan-tahan, kamu muntah d…

Balada Malam Minggu: Sudahkah kamu bertanya?

Aku harus mengakui bahwa aku senang sekali bercerita. Aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam mengobrol bersama teman-temanku tanpa menyadarinya. Tapi sayangnya tak selalu lawan interaksi kita adalah orang yang juga senang 'mengoceh'. Dan tentu saja, itu akan membuat kita si penikmat rumpi sedikit segan untuk berbagi isi kepala apalagi unek-unek di hati.Trigger tulisan kali ini adalah kata-kata Hans yang cukup menohok saat aku mengocehkan padanya tentang seseorang yang 'pendiam'; aku menumpahkan segala kekesalanku dan melabeli si 'pendiam' itu dengan penghakiman macam-macam, cuek-lah, egois-lah, ga perhatian-lah, ga pengertian ... "dia ga tau apa klo gue lagi hamil? Kurang ngenes apa gue muntah-muntah parah tiap hari!" ---- udah itu aku nyesel seee nyesel-nyeselnya udah marah-marah, takut bebinya jd bebi pemarah.Naaah, kata-kata Hans yang menohok itu adalah "Don't assume! Have you tried this stupid trick? ASK". - ga usah bikin asumsi! Uda…