Thursday, May 25, 2017

NHW Week #2: Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

Nice HomeWork Week #2, peserta ditantang untuk membuat: 
📝✅"CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN"✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Pascal Campion


Tugas kali ini sangat menarik.

Jika 'terbuka' tentang harapan-harapan terhadap pasangan dianggap 'tabu' tentu tugas kali ini bisa dianggap paksaan yang 'menyenangkan'. Bagaimana tak suka jika fantasi terdalam bisa saja terkuak seiring proses wawancara suami-istri terjadi.

Ada hal-hal yang membuat keterbukaan menjadi tabu diantara suami-istri. Salah satunya bisa jadi karena menganggap diri tidak sempurna dan sangat beruntung mendapatkan dia yang serba ada. Perasaan seperti ini membuat diri menjadi kecil, berjuang keras untuk mencapai standar. Standar yang muncul karena persepsi sendiri. Padahal jika semua anggota keluarga berkomunikasi, ada banyak fakta yang terangkat ke permukaan. Tujuan jadi jelas terlihat. Bukan lagi tebakan-tebakan yang jawabannya sangat jauh dari angan. Komunikasi ini tentu harus berjalan dua arah. Agar kesemuanya faham akan keinginan satu sama lain.

S dan saya sepakat tentang satu hal. Bahwa kami menerima satu-sama-lain seutuhnya. Bahwa kebodohan, kesalahan ataupun kekurangan individu tidak menjadikan individu lainnya lantas pergi meninggalkan. Yang artinya adalah siapapun yg bersalah/berkekurangan, yang lain berkewajiban untuk mengingatkan, selalu membantu dan tetap mendampingi sebagai sebuah keluarga yang utuh (Sebagai Suami, istri, ataupun anak). Hakikatnya keluarga adalah tempat kembali. Sebagai suami-istri kami menghormati dan menjunjung komitmen pernikahan; Dan sebagai orang tua, kami berkewajiban menjaga amanah yang telah Allah berikan. 

Hal yang menyenangkan dari kembali membicarakan hal ini adalah munculnya debaran-debaran unik seperti pada saat kami membicarakannya tahun-tahun silam. Debaran yang mengandung elektromagnetik. Yang mampu menggelitik. Saat ditanya, apa kriteria istri yang dia inginkan, dia jawab yang baik --- untukku, itu kamu. Lalu saya merasa saya berubah menjadi balon berisi gas hidrogen. Untung saya berada dalam pelukannya, jadi saya tidak gerbang kemana-mana.

Sudahlah.

Saya cukup menuliskan rangkumannya saja bukan?

Beginilah hasil checklist nya kira-kira,

Checklist sebagai individu:
1. Sholat Fardhu Tepat Waktu (maks. 30 mnt setelah adzan)
Measure: minimal Di sholat dzuhur, ashar, isya
Timebond: senin-jumat, selama 1 bulan.

2. Sholat Dhuha
Measure: minimal 2 rakaat
Timebond: senin-jumat, selama 1 bulan

3. Sholat Malam
Measure: minimal sholat tahajud
Timebond: 1 Kali dalam sepekan. Dalam sebulan dievaluasi lalu ditingkatkan lagi

4. Membaca Al-Qur'an
Measure: minimal 1 ruku
Timebond: senin-jumat sebelum tidur, selama 1 bulan

5. Berolahraga (sit ups, push ups, dll)
Measure: 30 menit
Timebond: setiap pagi hari Sabtu & Minggu, selama 1 bulan lalu ditingkatkan lagi

6. Membaca buku
Measure: 1 buku non-fiksi
Timebond: setiap 2 bulan berhasil menamatkan 1 buku non-fiksi.

Checklist sebagai istri
7. Mengingatkan untuk beribadah
Measure: 5 Kali sholat fardhu & doa pagi-sore
Timebond: ditertibkan mulai saat ini untuk Selamanya (insya Allah)

8. Mengingatkan untuk menelpon orang tua
Measure: 2 minggu sekali
Timebond: mulai saat ini untuk Selamanya (insya Allah)

9. Berhias Dan tampil menarik untuk suami + melayani suami
Measure: kapanpun
Timebond: Selamanya (insya Allah)

10. Memasak makanan bergizi
Measure: setiap Kali memasak
Timebond: mulai saat ini untuk Selamanya (insya Allah)

11. Membereskan rumah
Measure: halaman disapu pagi hari, rumah beres Di malam hari
Timebond: senin-jumat, dievaluasi setelah 1 bulan

12. Menyiapkan pakaian suami
Measure: pakaian sudah bersih, wangi Dan rapi
Timebond: selamanya (insya Allah)

13. Berdiskusi mengenai keluarga & anak
Measure: minimal seminggu 1 Kali (Di malam minggu)
Timebond: selamanya (insya Allah), intensitas ditingkatkan sesuai kebutuhan ataupun waktu yg dimiliki

14. Mengelola keuangan keluarga
Measure: setiap saat
Timebond: selamanya (insya Allah)

15. Membuat makanan untuk tetangga
Measure: 1 menu makanan
Timebond: 1 Kali dalam sebulan

Checklist sebagai ibu
16. Menyiapkan makanan bergizi
Measure: asi hingga 2 tahun, menyiapkan makanan sesuai dengan tumbuh kembang anak
Timebond: selamanya (insya Allah)

17. Menemani anak bermain tanpa gadget 
Measure: 1 jam dalam sehari
Timebond: 7 hari dalam seminggu, dievaluasi setelah 1 bulan Dan ditingkatkan jumlah jam nya

18. Memenuhi kebutuhan lahir & bathin anak
Measure: memberikan asi, memberi vaksin, memberikan makanan sehat, memeluk & mengapresiasi tindakan anak
Timebond: sesuai tumbuh kembang anak

Ini adalah satu malam yang paling produktif Dan menyenangkan. Semoga saya bisa menetapi daftar Ini dengan baik.

Amiiiin


Share:

Wednesday, May 24, 2017

If You're Not the One

Lyrics
If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings,
But I know you are here with me now,
We'll make it through,
And I hope you are the one I share my life with
I don't want to run away but I can't take it, I don't understand,
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If you're not for me then why does this distance maim my life?
If you're not for me then why do I dream of you as my wife?
I don't know why you're so far away,
But I know that this much is true,
We'll make it through,
And I hope you are the one I share my life with,
And I wish that you could be the one I die with,
And I pray in you're the one I build my home with,
I hope I love you all my life
I don't want to run away but I can't take it , I don't understand,
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
'Cause I miss you body and soul so strong that it takes my breath away,
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today,
'Cause I love you, whether it's wrong or right,
And though I can't be with you tonight,
You know my heart is by your side
I don't want to run away but I can't take it,
I don't understand,
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way I can stay in your arms?
Songwriters: Daniel Bedingfield
Share:

Wednesday, May 17, 2017

NHW Week #1: Adab Menuntut Ilmu

https://1.bp.blogspot.com/-dI_uLRBsZ2g/WOM1iGCPkyI/AAAAAAAApAQ/qSSdwIuoAGo12GSc0hnOH5zrccEJaQS_ACLcB/s1600/4122B.jpg
Pascal Campion

Dalam materi "Adab Menuntut Ilmu", Nice HomeWork nya adalah sebagai berikut:

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Saya memilih jurusan kebaikan.


Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Saya merasa bahwa 'surga' yang selama ini saya incar sungguh sulit jika saya hanya mengusahakannya sendirian. Bisa saja, selama saya bergaul dengan teman-teman, bersosialisasi dengan tetangga, bekerja dengan para kolega, atau bahkan berinteraksi dengan keluarga saya melakukan 'kesalahan' yang menyakiti hati tanpa saya sadari; atau bahkan bisa saja saya dengan sadar melakukan hal yang menyakiti yang kemudian semuanya itu menghambat dan menggagalkan usaha Saya untuk masuk surga selamat dari neraka.


Saya sendiri tidak luput dari khilaf Dan alpa atas kewajiban saya sebagai seorang hamba. Lalai atas tugas, malas beribadah. Sementara iman selalu saja mengalami fase naik juga turun; kesombongan malah bisa membakar habis amalan saya. Tentu saja saya tak bisa jumawa atas pengamalan ibadah yang saya tunaikan selama ini.

Saya, yang kini menjadi seorang istri, ibu, membantu disamping menjadi anak, kakak, menantu, saudara dan lainnya memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan sesuai dengan peran saya tersebut. Saya percaya bahwa kebaikan akan mendatangkan kebaikan lainnya. Berharap bahwa dengan menjadi istri sholihah yang melayani Dan mendampingi Suami, membuat ia ridho atas hidup saya; berharap dengan sukses membimbing anak menjadi anak sholih-sholihah, membuat ia selalu memintakan ampunan untuk orangtuanya; berharap dengan melakukan kebaikan kepada semua yg hidupnya beriirisan dengan kehidupan saya, timbangan kebaikan saya bertambah sehingga bisa mengantarkan saya pada 'surga' yang selama ini saya harapkan.


Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
  • Melakukan hal-hal baik dengan cara yang baik. Tentu bersedekah adalah hal baik, namun menggunakan uang curian untuk bersedekah bukanlah cara yang baik. Oleh karena itu saya berusaha untuk dapat melakukan semuanya sesuai dengan aturan. 
  • Menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Mengikuti majelis, membaca buku. Menambah ilmu bukan untuk dikoleksi sertifikatnya, atau dipamerkan didepan orang-orang, melainkan untuk menambah cara agar dapat terus melakukan kebaikan. 
  • Mengamalkan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari.
 
Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Menyiapkan diri untuk tidak merasa diri paling tahu tidak merasa diri paling benar. Sejatinya, tidak ada yang absolut di dunia sosial, sehingga perlu hati yang ikhlas dalam menerima ilmu dan informasi yang ada.
Share:

Saturday, May 13, 2017

Not a finale

Part one: it's seven years already



She bursts out laughing, nodding enthusiastically. "yes, you did it"

He laughs too. Shaking his head. "Hu-uh". Raising his hand, signaling the waiter for the check. "No, it was a mistake". His eyes shine with affection. "Don't you dare to make it up".

She laughs. "You drew Mr. Oz with his awkward curly hair, and he was standing behind you while you drawing it".

"Okay, okay. I drew Mr. Oz. But 'awkward curly hair' was too much. It was not awkward, it was fenomenal."

She covers her mouth. Try not make much noise.

A waiter comes over and hands in a black little map with a big smile. "Happy to see you two here".

They two look at each other then smile. "You know us?"

"I have worked here when it was opened. You were ones sitting near the window on rainy season at the same date on these seven years. I'm sure. I'm good in remembering things like this"

Something strikes her right on her heart. Seven years is quite long, isn't it?

"Thank you, man." He smiles while letting out a few crisp bills from his wallet, making sure to add a hefty tip for him.

Short, they standing outside. Watching the rain. Both of them are not willing to leave that place. Wishing that time will stop where they are. Silence fills their moment and cold air tickles their skin.

A man closes the rolling-door of the mini market across the street. Without look at the watch, they know it's 22 already.

"Well ---" they two say exactly the same. Then they laugh again.

"You first" say them in unison.

They laugh again. 

A phone rings. "Sorry, I have to take this" he said and answer the phone in wishper. "Okay, I am back now. Don't worry... it won't be long."

She checks her phone and found some message ask her to come home.

"So ---" he pauses, "I hope this is not the end"

"Sure, sure. But I have to go home now. It's late already.

"Yeah, unfortunately. Let me drop you off then!"

"No. No need not. I've just ordered uber. It will be here any minute"

A car pulls over and the driver said, Sabrina.

"This is it. Bye now" she says with a sweet smile

"Good bye" he says waving his hand.

It's not a good bye. They are ready for the same meeting next year.


Share: