Monday, April 22, 2013

King of Pop to Gemini

Another insomnia tonight.
Yaaa, bicara tentang insomnia, semua insomniaku menghasilkan energi negatif. Gara-gara insomnia aku bertengkar, gara-gara insomnia jadwalku berantakan, atau gara-gara insomnia kepala ini terasa sangat berat.

Tapi tidak untuk insomnia kali ini. mungkin karena aku sedang dalam program ‘berubah’, insomnia kali ini cukup menyenangkan. Aku punya tambahan waktu untuk melakukan apa yang aku suka: Menulis.

Sedikit menyinggung program ‘berubah’-ku, aku menyebutnya: “Henshin”, itu adalah kata kunci salah satu super hero dari Jepang untuk berubah wujud. Theme song untuk Hensin ini adalah lagu milik King of Pop: Michael Jackson, “Man in The Mirror”.

I was choosing a new playlist for my Henshin. When I checked the songs colection, I found it Remember the lyric?
I’m gonna make a change,
For once in my life
It’s gonna feel real good,
Gonna make a difference
Gonna make it right ...
It is a perfect song for my theme song. Just keep listening the song then you’ll find:
If you wanna make the world a better place,
Take a look at yourself, and then make a change.
That’s pretty damn true. If I want to make this life better, I should ask myself to change my ways.
                        I’ve got to make the change, today
It really burnt my spirit to start to change myself. And I’ll make it TODAY.
This song is just really right and perfect.

Sambil mendengarkan lagu ini, jari-jari tangan kemudian dengan lincah menekan tombol-tombol huruf yang ada di atas keyboard. Mulai mengetikan cerita tentang “Gemini”, sepasang kembar yang diabadikan oleh Zeus dalam rasi bintang.

Sedikit berbeda dengan mitos Yunani, yang akan aku ceritakan adalah sepasang kembar laki-laki dan perempuan. Mereka yang tumbuh tanpa pernah mengetahui bahwa mereka memiliki saudara kembar. Gina, dibesarkan oleh sang ayah, menjadi seorang model sekaligus presenter; sedangkan Gian, dibesarkan oleh sang ibu, menjadi seorang atlet bulu tangkis nasional.

Keduanya tak sengaja bertemu pada hari ulang tahun mereka yang ke 24, makan bersama sahabat-sahabat mereka di restoran yang sama. Lucunya, ternyata mereka berdua mendapatkan hadiah yang serupa dari sahabat-sahabat mereka. Seragam Real Madrid. Padahal keduanya tak pernah benar-benar menyukai permainan sepak bola. Reporter-reporter gossip yang sedang memburu beritalah yang secara kreatif menghubungkan 2 kebetulan ini hingga akhirnya saat keduanya berjalan menuju tempat mobil mereka diparkir, wartawan-wartawan mencegatnya, membuat keduanya terperangkap, bertemu, berkenalan, lalu berfoto bersama untuk para wartawan. Tapi getaran itu tiba-tiba hadir. Jantung mereka berdetak tak beraturan saat untuk pertama kalinya jari-jari mereka bersentuhan, darah mendesir deras ketika ucapan selamat ulang tahun saling diucapkan untuk pertama kalinya setelah 24 tahun mereka dilahirkan.

Akan ada banyak kejadian setelah pertemuan singkat itu. Baik Gina dan Gian akan saling memikirkan satu sama lain. Mereka tak bisa melupakan getaran itu. Getaran yang baru mereka rasakan selama mereka hidup.

Akan ada konflik yang muncul setelah pertemuan singkat itu. Akankah mereka mengetahui kebenaran dibalik perpisahan mereka saat mereka balita dulu? Bagaimana respon ayah ataupun ibu mereka saat satu demi satu kenyataan mengarahkan mereka untuk kembali meniti cerita masa lalu?

Akan ada akhir dari pertemuan singkat itu. Namun apakah akan berakhir seperti cerita Castor dan Pollux kebadian konstalasi bintang.

Insomnia yang indah bukan?
Betapa menyenangkannya momen insomnia kali ini. Full of spirit of Henshin. Aku bisa melakukan sesuatu yang aku sukai. 

Novel Gemini ini sedikit menggelitik karena menggunakan namaku sendiri. Tak ada tujuan tertentu dengan menggunakan namaku sendiri sebagai tokoh utama cerita ini. Aku hanya menyukai namaku, itu saja. Ah ya, ada sebuah kalimat yang aku sukai dalam Novel Gemini ini:

Akan aku tulis kisahku dalam sebuah buku. Tak peduli akhir cerita apa yang sedang menungguku. Biar semua orang tahu bahwa aku pernah ada untukmu.
Gina & Gian
Gemini
Entah akhir seperti apa yang akan aku buat untuk Gina ataupun Gian. Yang jelas, menuliskan kisahnya membuatku bahagia.
Share:

Getaran Itu, Dia Kembali



21 April, Hari Kartini
Sebuah simbol feminisme, meneriakan persamaan gender.
Tak ada yang aku lakukan secara spesial di momen ini, tapi malam ini, pukul 22.00, aku mendapatkan sebuah pesan singkat:

Selamat untukmu perempuan hebat yang telah terlahir di bumi | dari rahimmu akan terlahir anak-anak hebat untuk tanah air ini

Seorang teman lama yang membuatku jatuh cinta pada pesan yang baru saja aku terima.

AKU HAMPIR SAJA JATUH CINTAAA ...
Orang ini berhasil membuatku jatuh cinta untuk kedua kalinya dengan kalimat yang sama.
Aku membalasnya dengan:

Terima kasih untukmu pria tangguh berhati emas | dalam pelukmu wanita hebat dan anak-anaknya akan hidup tanpa waswas

Hingga saat ini, tiap kali aku kembali membaca pesan singkat itu, aku seperti kembali ke tahun 2010. Bulu kuduku meremang. Kurasakan darah mendesir di urat-urat nadiku. Dia kembali membuatku merasakan getaran itu. Dia laki-laki yang begitu mencintai ibunya; laki-laki yang sangat menyayangi wanitanya; laki-laki yang dilahirkan dari perempuan hebat ditengah pengasingannya.


Dia kembali membuatku merasakan getaran itu, ketika aku mulai ragu apakah aku akan pernah merasakannya lagi setelah mendapatkan perih? Gejolak adrenalin itu kembali hadir, di memancing  untuk kembali bermimpi, memimpikan apa yang sempat terkubur oleh halusinasi. 

Dia tahu, telah kutuliskan sebuah kisah indah tentang dia dan wanitanya. Sebuah kisah indah sebagai hadiah pernikahannya.
 Wanitamu, dari rahimnya akan terlahir anak-anak hebat untuk tanah air

____________
untuk: Bli dengan slyer di kepala 2010 lalu.
terima kasih telah mengingatkanku tentang mimpi-mimpi itu.
Share:

Saturday, April 13, 2013

From Voice Notes, Somebody Should Write It - With A Happy Ending

What happened with me lately?
I still have no idea how to explain what happened. But one thing for sure it is about 'love' things. Typical idiota young girl's problems who is blind with lovey-dovey-Shakespeare-romance-illusion.

I won't tell anything about my 'love-story', it is boring. I am not lying, because it is a truth. One thing that I want to share here is a story how I get through this 'love' problem.

Some girls love fairy tale that their life will end happily ever after. They hope that their love ends up like a Cinderella with the prince living in a castle. I do proudly admit that I am one of this gang.
Unfortunately, what happens in real life does not as easy as what happens in the Disney Pictures. God created this life much more complicated. Human is not even able to guess what happens in next seconds. God simply make future so mysterious. That is why God give human intelligence to figure it out.

I believe God give intelligent to human so they can think. Because of it, when I face problems I use this intelligent to solve and get a way out. It is also applied when I have this 'love' issues. I start to think what I was doing all the time, how I express my feeling, load some burden out --- I need some one to talk with. But I have realized another problems. Since it is a love issue, talking about it with someone probably gives another problem. I just can't talk it with a male friend. I am to afraid that I will terminate a feeling to 'the guy' by having another feeling with another guy. I feel that it is a big mistake. On the other hand, share it with female also freaks me out. Especially because that girl know who my love is. I am to afraid that probably the girls just hate 'the boy' because they see me as the victim. I really understand, I am completely not a pure victim, probably, the problems appeared are simply because I also took a part in creating the problems. I just can't fully blame 'him'.


Like I have said earlier. I need to load some burden out of my heart.
What should I do when I am too afraid talk it with another human then?

I start to think. Try to figure out.

My blackberry attracts my attention as always. But suddenly, I've just got an idea. Why don't I just load it out to the voice note? It sounds so brilliant.

I start the story and keep it in the voice note. I have to remember this story. No eraser in my head is allowed to wipe it out.

I replay the voice note before I go to sleep.
I know that what 'he' does while I am suffering from this threat is updating a new lovely feeling with another girl. Hurt? indeed.
But again, listening to the story helps me to think clearly, that I should live in this life no more. I need to buried this sadness, forgive myself, and accept what has happened.
I sleep after I've said a pray to God, asking for a better life and fate. When I wake up in the morning. I feel better and I can smile brightly to the world.


Broken hearted-story is awful, I am pretty sure about that. But I need to get through it, and learn from it. Learn to build up a new heart from the pieces. Accepted that it is part of my past that will make me stroger in the future.

Sometimes, I think that what I listen from the voice note is really like a silly-drama-series in the TV. It must be entertaining if someone (or me) write this story in a book. Even this book has a tragedy in the middle of the story, I believe I can write a happy ending waits for the end; and so can God give me for real, for my future.

Share:

Thursday, April 11, 2013

Wednesday, April 10, 2013

They who just have fun, do not learn








When I were young, I really hope for a prince falling in love with an up town-girl like me. Probs it was because I love reading Disney fairy tale stories. I dreamed about a handsome prince got crush on me when I were kind to pity animals, old people or kids; that motivates me to be a nice-good girl. Every time I remember these facts, I see young dumb girl who lives peacefully in her dream. That’s lovely.


Now, when I am a grown up girl who was passing the oral defense at the end of this February 2013, I still believe in fairy tale as described by Disney Picture. Many moments in this live have to be got through bitter tears teach me, ‘no good pay back from every effortless’. Like Disney told so in its movies. So, every time people try to bring me down by saying that there is no ‘fairy tale’, I know, that they don’t learn the moral message from the movies. They just take it from granted that movies are just for fun.
Share:

Monday, April 8, 2013

Musik



Aku senang memutar pertunjukan drama dalam kepalaku. Membiarkan sebuah cerita dengan aku berperan didalamnya sebagai pemeran wanita utama. Selain menjadi bintang utama, Aku adalah sutradara dan produser atas pertunjukan mewah ini. aku biasanya menambahkan beberapa lagu kesukaanku untuk dijadikan back sound yang membuat pertunjukan semakin menyenangkan.  

Musik membantuku untuk mengekspresikan apa yang aku rasakan dalam hati. Ketika aku merasa sedih, aku akan memutarkan lagu-lagu yang berlirik sedih dengan tempo lambat. Jika aku merasa marah, maka aku akan memutarkan lagu dengan lirik yang sesuai yang memiliki tempo cepat dan menghentak. Jika aku merasa bahagia, aku lebih suka untuk mendengarkan lagu-lagu romansa cinta.

Musik juga membantuku untuk introspeksi diri. Saat aku merasa kesal pada ayah, aku akan mendengarkan lagu ‘perfect’ milik simple plan, lalu aku akan menangis sesegukan setelah mendengarkan ‘mocking bird’ milik Eminem saat menyadari bahwa ayah telah berjuang keras untuk membesarkanku. Saat aku merasa ibu tidak mengerti aku, lagu ‘bunda’ milik Melly Goeslow membantuku untuk menyadari betapa sebenarnya ibu sangat menyayangiku dan hanya menginginkan yang terbaik untukku.

Aku terbiasa mendengarkan lagu. Membuat sebuah playlist untuk menjadi backsound saat aku membaca sebuah novel adalah sebuah keharusan hanya untuk membuat momen membacaku menjadi lebih dramatis dan berkualitas. Tapi disisi lain aku menyadari satu hal. Aku menjadi lebih sentimental dan lebih emosional saat aku terlalu larut dalam sebuah lagu. Musik itu mematikan hatiku. Seolah menguasai diriku untuk terus menerus memelihara emosi itu dalam hati. Tidak mau melepaskanku. Lalu, aku harus bagaimana saat aku menyadari hal ini?

Kau tahu musik religi itu? Musik yang menceritakan ketuhanan. Aku mulai mendengarkannya. Sama halnya ketika aku mengetikan semua ini, aku sedang mendengarkan lagu-lagu dari album seorang muslim Inggris. Apa musik religi ini menjadi penawar atas efek yang ditimbulkan oleh lagu konvensional yang biasa aku dengarkan sebelumnya? Aku belum tahu. Aku belum tahu apakah musik religi ini pada akhirnya memiliki efek yang sama dengan musik lainnya atau tidak. Tapi cobalah resapi makna dari lirik musik religi ini. Menyentuh. Musik religi menyadarkanku pada kenyataan bahwa aku adalah seorang hamba yang udah sepatutkan menghamba pada keesaan Tuhanku yang satu.

Lagu religi itu menyadarkanku bahwa perasaan bahagia, marah atau sedih yang menjadi perasaan lumrah itu seolah hanyalah sebuah sejumput lika-liku dalam kehidupanku. Perasaan yang sebenarnya sangat nyata itu adalah perasaan peng-Esa-an kepada Tuhan, bahwa aku adalah miliknya, perasaan ini adalah miliknya, aku cukup meminta kepadanya karena permintaanku ini perkara mudah baginya. Ada beberapa musik, secara gamblang dalam liriknya menyatakan bahwa hidup ini hanya untuk sementara. Sepatutnya hidup ini dihabiskan untuk beribadah dan berdoa.

Musik yang menyadarkanku kepada satu hal ketika aku tidak menyadarinya. Musik yang menyadarkanku untuk berhenti untuk mendengarkan musik dan mulai beribadah untuk berdoa atas keinginanku memiliki kehidupan yang lebih baik serta barokah.

Itulah arti musik bagiku.

Bagaimana arti musik bagimu?
Share:

Friday, April 5, 2013

Pagi



Apa arti pagi bagimu?
>> Bagiku pagi adalah ketika Adzan Subuh berkumandang, ketika sang Khalik memanggilku untuk bersujud kepada-Nya. Tak henti-hentinya aku bersyukur aku kembali memiliki kesempatan untuk menggapai mimpi-mimpiku di malam hari.
>> Bagiku pagi adalah ketika mentari memancarkan sinarnya, ketika dia menggerakkan kelopak-kelopak bunga untuk menghadap kepadanya. Tak henti-hentinya aku menikmati hangatnya cahaya kuning menerpa kulitku.
>> Bagiku pagi adalah ketika benih-benih menggeliat menuju permukaan tanah, menjanjikan sebuah kehidupan baru dari tunas-tunasnya. Tak henti-hentinya aku berujar betapa besar kuasa Tuhan atas kehidupan fana di dunia. 

Bagaimana kamu melewati pagimu menuju siang hingga malam menjelang?
>> Aku melewati pagiku dengan sebuah doa. Wujud syukurku pada Yang Maha Kuasa.
>> Aku melewati pagiku dengan perasaan bahagia. Senyum mengembang bersama secercah harapan dari sang surya yang menyinari dunia.
>> Aku melewati pagiku dengan penuh harapan. Sebuah keinginan bahwa hari ini akan dapat kulalui dengan akhir sebuah kemenangan.

Apa yang terjadi jika pagimu tak lagi seperti itu? Tak ada lagi adzan subuh yang berkumandang, tak lagi ada cahaya hangat mentari menyinari bumi, dan tak ada lagi benih-benih yang harapan tumbuh mengeliat dari dalam tanah.
Bagiku, pagi tetaplah pagiku. Layaknya tokoh Tegar dalam "Sunset untuk Rosie", Pagi adalah tanda bahwa aku berhasil melewati satu hari yang melelahkan lagi. Pagi adalah tanda sebuah kesempatan untuk memenuhi janji-janji dan tanggung jawab ku yang tertunda. Pagi adalah bagian dari dua puluh empat jam kehidupanku yang menjanjikan sebuah harapan akan kehidupan yang lebih baik. 

Bagaimana jika kau tak menjumpai pagimu lagi?
Bagiku, kehilangan pagiku adalah sebuah kehidupan baru. Hanya satu harapanku, bahwa pagi-pagiku yang lalu dapat menyelamatkanku.

Lalu apa pagi bagimu?
Share: