Saturday, April 8, 2017

Balada Malam Minggu: Sulit


Meski sejujurnya saya ingin menuliskan drama picisan di blog ini, nyatanya saat ini menyelesaikan tulisan 'sulit' jauh lebih mudah dan cepat. Jadi saya mulai saja tentang 'sulit'.


Menurut KBBI
su•lit a 1 sukar sekali; susah (diselesaikan, dikerjakan, dan sebagainya); 2 susah dicari; jarang terdapat; 3 dirahasaian (sukar diketahui dan sebagainya); tersembunyi; 4 gelap (rahasia, tidak terang-terangan); 5 dalam keadaan yang sukar (genting, gawat, dan sebagainya); 
 
Dalam Bahasa Inggris, sulit dalam kamus Oxford adalah:

dif•fi•cult adj.
BrE /ˈdɪfɪkəlt/
NAmE /ˈdɪfɪkəlt/
1 ~ (for sb) (to do sth) not easy
2 full of problems; causing a lot of trouble
3 (of people) not easy to please; not helpful

Harus saya akui bahwa kosakata Ini bukan kosakata yang jlimet. Ini adalah kosakata sederhana. Jadi, saat menghadapi 'sulit'-pun sederhanakan saja.

Simpel.

Tapi dalam hidup logika manusia itu senang bermain labirin. Senang berbelok, berbalik, hingga akhirnya terperangkap dalam isi kepalanya sendiri. Worrying, expecting, doubting, overthinking, imagining, fantasizing; semua itu buat 'sulit' semakin sulit.

Jika kamu beragama Islam, kamu harus percaya dengan hal ini: bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas hambanya. Imani hal itu dalam hati, lalu tanamkan Ini dalam kepalamu: bahkan Nabi dan Rosul, sebagai manusia pilihan untuk menjadi teladan dan panutan umatnya; menjadi pengantar ajaran-Nya; mereka semua mendapatkan cobaan yang berat dari Allah; diberikan penyakit menjijikan, dimatikan seluruh keluarganya; dibuang ke laut lalu dimakan oleh ikan; ditinggalkan oleh anak dan istri; dilempari kotoran; diancam nyawanya, dll, kesemuanya adalah 'sulit' yang luar biasa. Lalu apakah kamu yang bukan Nabi ataupun Rosul akan terbebas dari masa 'sulit'? Tentu tidak, memangnya kamu siapa?

Di masa sulit itu manusia bisa berstrategi: sabar. Tidak menyerah pada amarah; tidak menyerah juga pada putus asa. Senjata manusia itu: doa. Tuhan itu Raja dari para raja -- penguasa atas takdir ciptaannya. Dia pemiliknya hidup kita semua. Dia mengabulkan setiap doa dengan 3 cara: ya, aku berikan sekarang; ya, aku berikan nanti; ya, aku berikan yang lebih baik.

Pernah ada yang bilang begini: Tuhan menciptakan 2 jenis takdir, takdir senang dan takdir sulit. Dan jika aku bisa memilih maka akan aku pilih takdir sulit terlebih dahulu lalu takdir senang. Jadi, setiap Kali aku menghadapi masa sulit, aku berfikir bahwa aku sedang mencicil takdir sulitku, dan akan datang takdir senangku nanti. Kira-kira seperti itulah katanya.

Sementara itu, ada pula yang pernah bertutur kira-kira seperti ini: Lalat yang mengganggumu? Mungkin ada kotoran bersamamu. Daripada sibuk menghalau Lalat, lebih baik bersihkan dirimu, Lalat tidak akan mengganggu lagi. 

Jadi ya dari 2 penutur yang kata-katanya bijak bak raja, 'sulit' itu dihadapi saja --- masa sulit itu hanya sementara dan akan datang senang jika saatnya tiba. Terus perbaikan diri karena setiap yang baik mengundang hal baik.
Share: