Monday, July 31, 2017

NHW Week #9: Bunda Sebagai Agen Perubahan

This is the final quest!

Saya tidak menyangka bahwa saya bisa bertahan, setelah mencoba mengejar banyak ketinggalan materi sejak week #5 karena HP rusak. Ini sungguh luar biasa. Beberapa teman memutuskan untuk menunda menyelesaikan batch #4 Dan berniat untuk bergabung Di batch #5. Tapi saya memutuskan untuk bertahan. Rintangan akan selalu ada, Dan selama saya masih bisa mengejar ketertinggalan saya, maka saya masih bisa bertahan ---- aaaand, this is it! I've made it.

I proudly announce that IIP's materials are rooooccck. Materinya Keren banget. Di setiap minggunya, materiS, my husband, dia bahkan ngikutin materi week #5 sampe week #9 Ini. Dan dia ga bisa berhenti memuji betapa jeniusnya pembuat materi ini. Hail Mr. & Mrs. Dodit. 

Di homework terakhir Ini, kami diminta menjadi Agen perubahan. 
Bagaimana bisa?

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Ini jawabannya:

minat, hobi, ketertarikan: menulis fiksi, non fiksi
Hard skill, soft skill: menulis blog
Isu sosial: plagiarism
Masyarakat: semua kalangan
Ide sosial: kelas menulis

Selamat menjadi agen perubahan

Karena

Everyone is a Changemaker


Share:

Sunday, July 30, 2017

NHW Week #8: Misi Hidup Dan Produktivitas




Semakin kesini, homework Dari IIP semakin luar biasa. Sekarang kami dituntut untuk bisa menemukan Misi hidup untuk menunjang produksivitas keluarga.

Langkah-langkahnya semakin jelas karena berkaitan pada tugas-tugas Yang diberikan di minggu sebelumnya. 

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Diantara 3 hal yang saya anggap suka dan bisa, saya memilih 'menulis' sebagai aktifitas produktif saya.


b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan "BE DO HAVE" di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Ingin menjadi penulis
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Saya ingin menuliskan hal baik yang bisa memotivasi orang yang membacanya menjadi lebih baik lagi.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
Saya ingin menerbitkan buku hasil tulisan saya Dan harapannya buku-buku itulah Yang menafkahi kami

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Saya harap orang-orang di lingkungan tempat anggota keluarga saya Dan saya tinggal memiliki akhlak dan perahan yang baik 
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Saya harap saya telah menerbitkan buku-buku Yang saya tulis 
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)
Saya akan menulis 1 month 1 fiction and 1 life-article Dalam blog saya.
Share:

NHW Week #7: Tahapan Menuju Bunda Produktif

Weeepeeee
Ini dia homework yg ditunggu-tunggu.

Jadi teman saya pernah memposting tentang Ini Dan membuat saya tertarik untuk mengikuti program IIP. 

Yuk dilihat apa tugasnya:

Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sebagai berikut: 
Isi nama lengkap anda, dan isi nama Organisasi: Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7

Beginilah hasilnya:




Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Beginilah jawabannya:

Waiiiikkksss, Ternyata selama ini saya salah jurusan. Ternyata oh Ternyata akuntansi tidak cocok dengan saya. Urusan perbendaharaan juga tidak tepat. Padahal saya ambil kuliah di jurusan itu, Dan pernah juga jadi bendahara tapi hasilnya sama sekali jauh dari maksimal. Sekarang jadi pahamlah memang saya tiada bakat Di bidang itu. 

Mari Kita lihat garis besar antara bakat Dan bukan bakat Yang saya miliki:

Kuadran 1: Aktivitas yang saya suka dan saya bisa
1. Mengajar
2. Mendongeng
3. Menulis

Kuadran 2: Aktivitas yang saya suka tapi saya tidak bisa
1. Menggambar
2. Beres-beres

Kuadran 3: Aktivitas yang saya tidak suka tapi saya bisa
1. Marketing
2. Akuntansi

Kuadran 4: Aktivitas yang saya tidak bisa dan tidak suka
1. Berjualan
Share:

Saturday, July 29, 2017

NHW Week #6: Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal



Menyenangkan sekali PR Kali ini diminta mengelompokan aktivitas berdasarkan 'penting' dan 'tidak penting'. Kenapa hal ini menyenangkan untuk saya? Karena saya tipe orang yang 'kerjakan semuanya' atau 'tidak kerjaan semuanya'. Bisa tebak saya punya kepribadian seperti apa? 

MOODY. 

Saya mengerjakan tugas-tugas saya tergantung mood. Beruntung jika mood saya sedang baik. Namun sebaliknya, jika mood saya sedang kacau, bisa saja saya melalaikan tugas-tugas saya.

3 aktivitas penting:
1. Ibadah
2. Membuat makanan
3. Ngasuh ibnu

Lalu aktivitas lainnya seperti membereskan rumah atau mencuci pakaian apakah menjadi tidak penting? Oooh, bukan begitu logikanya. Hal itu tentu saja penting. Saya tidak mungkin bisa membiarkan rumah seperti sarang penyamun atau membiarkan Suami saya memakai pakaian yang tidak bersih. Hanya saja 3 hal yang saya sebutkan diatas adalah hal paling penting bagi saya Dan suami saya. Kami sepakat bahwa itulah Yang menjadi prioritas. Selain 3 hal tersebut bisa kami kerjakan setelah ketiga hal itu sudah terpenuhi.

3 aktivitas tidak penting: 
1. Main game online
2. Surfing di social media
3. Nonton series

Yes, sadly I should admit that I am addicted to games. I played a mini games like candy crush, and an online game like hayday, but it was so yesterday. I uninstalled them long time ago until I met market glory a week ago. And the scheme just played in repeat. I should stop it while I can. Saya juga senang 'melihat-lihat' timeline social media. Awalnya hanya untuk 5 menit sambil menunggu nasi matang, eeeh nyatanya setengah jam berlalu tanpa disadari.

Lalu. Jika saya harus menyusun jadwal kegiatan saya secara sederhana berdasarkan prioritas Di atas maka beginilah hasilnya:

Weekdays:
      .... - 04.30 : masak nasi
04.30 - 04.45 : sholat subuh
04.45 -     ....   : masak sarapan
      .... - 05.30 : belanja pagi

....


      .... - 12.00 : sholat dzuhur, lanjut masak makan Siang lalu suapi ibnu

      .... - 15.00 : sholat ashar

      .... - 17.00 : mandiin ibnu, lanjut makan malam
      .... - 18.00 : sholat magrib

      .... - 22.00 : beresin rumah (nyapu, ngepel, cuci piring)


Untuk weekend, belum bisa dibuatkan jadwalnya karena jadwal weekend selalu tidak bisa diprediksi. Tapi jika memungkinkan akan mirip dengan jadwal tersebut.
Share:

Wednesday, July 5, 2017

Not a finale

Part 2: Broken Trust
Bersambung dari part 1


"Sabrina"

"Hmmm..."

"Why don't you just make it crystal clear"

"Crystal clear what?"

"That man! He is not just a friend you always meet on the same date in these years"

"If he isn't my friend then what?"

"A boy friend... You must have special feeling toward him".

They both look at each other then pause. Actually they know the whole damn truth, but not sure what they have to do. That moment become awkward. The girl called Sabrina gets into her bedroom, leaves her roommate, Nayla. Has no willing to tell how nice dinner she had that night.

***

There was a time when everything went perfectly. When smiling meant happiness without any pretentious. But this kind of moment just didn't last long. Just like every nice weather day right before an eruption, it went away in a blink.

The truth that you believe, the trust that you hold on, they were gone when you had found a flaw of perfect lies called truth. It opened all rotten life around you. Suddenly, you start questioning everything you know. Are they really they are?

Trust become the most important emotion. Lack of trust led you to anger, overwhelmed the suspicious, then finally, the three-year relationship seemed has no future with all these crazy skeptical thoughts. You would be tired living a life like this.

***

It's never too early to have coffee in this cafe since it opens 24/7. 

Well Sabbi has all day long for me-time after recalling bitter part of her life all night. She should fix that mixed feeling before go back to her endless work life tomorrow. 

First, she have to admit that she treated Nayla wrong last night. Nayla tried to help her get out from the past to head the future. She has through some tough drama before because she couldn't leave her own first love. She just doesn't want Sabbi trapped in stupid past like her. 

But, there are always have buts. Sabbi's past is different from hers. In hers, her boyfriend left with sweet promises, never changed, it was so tempting going back there --- but Sabbie's, she was tossed away like garbage. Pulstop. Three years living in fantasy and when she found a crack, it suddenly wrecked her to cell level. Does she want to be there again? Please, she is pretty sane. 

To be honest, she have no trust to any men and she herself. Well she still trusts her father, her brother and all but not any men that have any romance intention toward her. Her first relationship and her only one ended bad. It ruined her. She couldn't trust her own gut in people. Then it went even worse. A lack of trust is terminal; you can try anything and everything to escape the constriction but the doubt and inability to rebuild something that has eroded is akin to trying to reconstruct the sphinx if it was to disappear to the winds.

What is lost with a lack of trust can never be regained.
Share: