Monday, December 30, 2013

December

December, is it ringing a bell in your head?

Latest month of a year.

Joyful month with many big sales - holidays - parties or celebrations.

But personally, it just a reminder for what I've done in a year.

How many resolutions do you have this year? I have 26, and I just achieved 13 of em till December 11th, Silly? Pathetic? Maybe. I just feel that I was not struggling enough to make em true. Anyway, I've had sleepless night lately why should I tell you this? It because I just feel like a stranger with me myself. It was started with nights full with troubles, problems, tears and fears. It is not because of the lame achievements of my own goal, NO. It is because of other, because hottest things which turned become the coldest. 

Best part here, I just rebuild new me from the rubble; looking for new life, finding for a hope and hopefully I am about arriving the goal now. Yeah, too many things happened this year, too dramatic and too melancholic, so, just say good bye too December with its happiness..


Welcome New Year.
Share:

Saturday, December 28, 2013

Find 'i' over 'u'

<=>  -9x + 7i > -3 (3x + 7u)
<=>  -9x + 7i > -9x - 21u
<=>           7i > -21u               | (: 7)
<=>             i > -3u
<=>             i < 3u



* I was surprised a dude ask me for calculating this algebra.
YOU, good luck for the love math :)
Share:

Thursday, December 26, 2013

Lust

Recall to the time we got awfully close
to things we might not oppose
so much to expose
love was the only word we used to endorse
for the act of removing one's clothes
I supposed


published originally in kompasiana
Share:

Wednesday, December 25, 2013

Peri Hutan

Pasukan air berdatangan
Membasahi setiap permukaan
Namun ada satu gadis tak pedulikan air hujan
Tetap berlari dengan satu tujuan
'Aku akan temukan cinta yang tak akan lekang'

Lalu terik mentari buat tanah jadi gersang
Ciptakan dahaga yang tak tertahan
Kemana gadis itu sekarang?
Dia masih saja berjalan dengan satu tujuan
Tapi dia buat kesalahan
Dia lupa pada peraturan, malah mencuri air untuk obati kehausan

Petir menyambar-nyambar, buat aura menakutkan
Seolah siap menghukum gadis itu atas pelanggaran
Tapi gadis itu menangis sedu sedan
Dan dia buat permohonan, dia buat perjanjian
'Kesalahan ini yang tak akan terulang'

Angin sepoi-sepoi getarkan dedaunan
Angin senja lukiskan keindahan
Gadis itu tetap melakukan perjalanan
Sambil mendekap pengalaman sebagai panduan
'Jangan ada lagi kesalahan' lafalnya sambil tetap berjalan

Saat melewati taman, kumbang-kumbang berdengung perlahan
Mengajaknya bermain dan berdendang
Lalu menari diantara bunga-bunga yang bermekaran
'Apa aku telah tiba pada akhir perjalanan?' Tanyanya dengan penuh harapan

Tak pernah ada jawaban,
Pasukan air tak pernah sakiti tanaman
Terik mentari selalu buat bunga menyunggingkan senyuman
Kilat dan petir tak lagi menakutkan
'Bolehkah aku tinggal disini kumbang? Mengabdi menjaga taman hingga seseorang membawakannya jawaban'

Kumbang berdengun pelan,


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Tuesday, December 24, 2013

Seharusnya Pergi Saja Kamu dan Jangan Pernah Kembali

Beri aku alasan mengapa ada letupan tak kasat mata ketika melihatmu setelah tiga tahun perasaan itu menghilang! Jelaskan padaku apa arti debaran jantung yang tiba-tiba tak beraturan begitu melihat wajahmu--dengan senyuman itu! Atau setidaknya beri aku sebuah penjelasan logis mengapa aku tak bisa mengenyahkan sosokmu dari benakku sedetik setelah mata ini dengan lancang mengirimkan proyeksi dirimu kedalam otakku. Pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk itu butuh jawaban karena aku membencimu! Meski aku berusaha sangat keras hanya untuk membuat tubuh ini mau menuruti perintahku, menjauhi sosokmu, berhenti menatapmu dan tidak berusaha untuk mencari dirimu diantara kerumunan otang-orang, tapi mengapa tubuh ini tidak dapat aku kendalikan? Bagaimana bisa kau punya kuasa untuk menarik panca indraku hanya kepadamu.

Ditengah alunan live music yang aku senangi, diiringi gelak tawa teman-teman yang saling melempar lelucon konyol, kau sukses menarik perhatianku, menghilangkan senyuman yang telah aku latih selama tiga tahun ini seperti debu yang tersapu air, tak meninggalkan bekas. Kau sesatkan aku dalam terang pesta ulang tahun milikku sendiri.

Sedikit terhuyung ingin aku mencapai pintu keluar, sekedar untuk menghirup oksigen lebih banyak agar bisa menjernihkan kepala yang tiba-tiba dipenuhi oleh dirimu. Tapi seorang teman bergaun biru memaksaku untuk berhenti hanya untuk mendengar basa-basinya dalam mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Lalu kamu berdiri tepat selangkah dibelakang perempuan itu.

Perempuan yang mengenalkan kamu sebagai kekasihnya!

Apa sesungguhnya rencana Tuhan untukku?

Aku sungguh ingin tahu rahasia Tuhan dengan menjadikanmu kekasih salah satu temanku?

Tiba-tiba saja aku merasakan kesepian di tengah keramaian pesta. Aku mungkin beretorika, tapi itulah adanya. Aku tak lagi menikmati live music ataupun canda-tawa. Merasa sendiri di tengah hingar-bingar pesta.


Ingin rasanya aku meneriakimu! Mengoceh tepat di depan matamu:

Beraninya kau menunjukkan batang hidungmu setelah pergi meninggalkan aku tanpa kabar, menggantungkan hubungan tanpa kejelasan! Hebatnya kau bahkan datang dengan wanita lain! Ke pesta ulang tahunku!
Orang tak berperasaan macam apa kamu?


"Din.."

Suara beratmu menggema di rongga telingaku. Menyadarkan aku dari lamunan yang dipenuhi rasa kesal.

"... Selamat ulang tahun"

Tak ada ucapan terima kasih yang keluar dari mulutku. Jantung ini tiba-tiba berontak. Isi perut mendadak dipenuhi kupu-kupu yg terbang tak tentu arah.

"Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?"

Dadaku sesak.

"Din?"

Aku menatapnya sambil berusaha keras menahan cairan panas dari kedua mataku yang siap meleleh lalu tumpah menyusuri pipi.

Ingin aku mengutuk sosok tampan di depanku yang pernah tega mencuri hatiku tanpa perrnah mengembalikannya lagi. Tapi lidah ini kelu, suaraku membeku dalam tenggorokanku. Pada akhirnya aku hanya menggeleng pelan lalu meninggalkanmu sendirian.




*Aku adalah Birthday Girl paling menyedihkan karena aku tiba-tiba terlihat seperti 10 tahun lebih tua. Ya menyedihkan memang menjadi seorang gadis yang ditinggal pergi kekasihnya tanpa ada ucapan perpisahan dan setelah bertahun-tahun menghilang dia kembali sebagai kekasih salah satu temannya.


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Thursday, December 19, 2013

Lapor Polisi

2 orang gadis sedang terlibat percakapan seru di antrian bioskop

Cewe 1 : Duuuh, ga tahan!
Cewe 2 : Sabar! Bentar lagi kok, ga akan lama!
Cewe 1 : Tapi aku udh ga kuat nahan pipis!
Cewe 2 : Ya udah! Lapor polisi sana!

Baru tahu klo kebelet pipis mesti lapor polisi.


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Wednesday, December 18, 2013

Eat Up Darl

My first  lunch in Trans7 building
LOVABLE thing of him is he keeps reminding me to have my lunch. It's not something that I expect from him just because all I know about him is a cool and an I-don't-care-that-much man. But Correct me since I am totally wrong about him because mother of fact, I should take a pic of my meal to make him sure I have my meal. He just makes me fall in love again with his tight attention.



Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Monday, December 16, 2013

Pengecut

Memendam perasaan, tak berani ungkapkan apa yang ada dalam pikiran, hanya bisa melarang-larang dalam kedok perhatian, semua itu tak berguna --- sampah! Jangan salahkan aku jika aku lebih memilih orang lain yang jauh lebih berani menyatakan perasaannya kepadaku, ketimbang kamu yang takut-takut!

Kamu selalu saja menunggu kode dariku. Selalu berharap aku yang memulainya lebih dulu. Menunggu status di facebook-ku: 'Lapar, ingin makan sea-food malam ini' baru kamu mengajakku makan denganmu. Atau menungguku men-tweet: 'berharap diculik saja malam ini dari lembur yang menyiksa' baru kau menawarkan diri menjadi supir taksi pribadi yang mau mengantarkan aku ke tempat manapun yang aku mau.

Ah, diam lah kamu! Tak perlu menceramahiku tentang keburukan laki-laki yang kini ada disampingku. Kalau kau memang sayang padaku, mengapa kau tidak mengatakannya dari dulu? Tak perlu katakan padaku kalau dia terlalu muda dan kekanak-kanakan, atau mengatakan kalau aku pantas mendapatkan orang yang lebih baik darinya. Ya, kalaupun memang demikian, maka seharusnya aku dengan siapa saat ini? Dengan kamu? Jangan terlalu banyak bergurau! Kau bahkan tak berani akui perasaanmu padaku, untuk apa aku memilihmu? Apa aku harus menyatakan perasaanku kepadamu terlebih dahulu? Tidak, tentu saja tidak! Itu bukan bagianku, itu tugasmu!

Benar memang tentang emansipasi yang selalu digembar-gemborkan dewasa ini. Tapi untukku, pernyataan cinta bukanlah bagian yang harus wanita lakukan. Jika memang dia suka, maka dia akan memberikan signal bahwa dia juga suka. Para wanita yang perasa memang senang menyiksa dirinya dengan memendam rasa suka. Jadi jangan salahkan aku yang menyukaimu tapi tak mau ungkapkannya lebih dulu.

Sudahlah, aku tak mau lagi mengurusimu, tak mau memikirkanmu. Aku akan mulai belajar menyukai anak kecil pemberani yang selalu mencoba membuatku jatuh cinta padanya setiap hari.

aku yang lelah menantimu

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Friday, December 13, 2013

Quote in A Glance

Kau pikir apa yang akan kau lakukan jika gempa menghancurkan segalanya? Kau akan membangun kembali yang telah hancur dengan yang lebih kuat bukan?

~ All About My Wife (A Korean Movie)

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Wednesday, December 11, 2013

Things Better Left Unsaid

For some reasons things are better left unsaid but it is not a matter that better left in silence. I have many unanswered questions that 'you' have not heard yet. I just wait for the best moment. Yeah ... hopefully we're okay till this relationship is clear.
Share:

Sunday, December 8, 2013

Engage

With him away from me, it's just like my smartphone got engage with his smartphone.

~ quotes of LDR victims

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Saturday, December 7, 2013

Beli Lidah Buaya

Teman 1: aku mau maskeran rambut pake daun lidah buaya aaaah
Teman 2: aku juga mau doooong, tapi daun lidah buayanya dapet dari mana?
Teman 1: bisa beli di Careful

*sekarang ada hypermarket 'hati-hati' rupanya


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Thursday, December 5, 2013

Karena Cerita Kami Dibuatkan Tuhan

Biar aku ingat-ingat kapan pertama kali kita bertemu? Saat aku semester 5 dan dia adalah seorang praktisi audit yang diundang oleh dosenku pada mata kuliahnya. Saat itu aku hanya memandangnya sebagai seorang dewasa biasa tanpa pernah menyangka akan ada pertemuan lain selanjutnnya.

Jika aku kembali membayangkan gadis itu. Dia hanya anak ingusan yang sedang berusaha menyerap semua penjelasanku yang mungkin saja tak dia mengerti. Memandangiku dengan mata bulatnya, sesekali menuliskan sesuatu di dalam catatannya. Aku tak pernah menyangka akan ada rasa penasaran atas apa yang ditulisnya dalam catatannya

Pertemuan kedua kami di coffe shop tempat aku bekerja part-time. Dia duduk di pojokan, sibuk berkutat dengan laptopnya. Dia tak tampak mengenaliku saat aku menghampirinya untuk menanyakan apa pesanannya. Tanpa banyak bertanya meminta penjelasan tentang coffee yg tersedia disini, dia memesan Americano. Satu hal yang aku simpulkan darinya: dia tahu apa yang dia mau dan tak peduli dengan yang lainnya.

Aku bertemu dengan gadis mata bulat itu lagi di sebuah coffee shop. Aku tak menyangka akan melihatnya dalam balutan seragam pelayan coffee-shop. Aku pikir aku tak akan menemukan mahasiswa yang mau repot-repot kerja part-time di kampus itu. Dia begitu profesional, menyapaku untuk menarik perhatianku, lalu menanyakan apa yang akan aku pesan. Sepertinya dia tak ingat bahwa aku pernah menjadi guest-lecturer di kelas audit-nya, atau dia adalah orang yang terlampau cuek pada orang lain? Ah, untuk apa aku memikirkan dia? aku punya banyak sekali pekerjaan yang meminta untuk aku selesaikan.

Pertemuan ketiga kami: jogging track at hidden park. Sungguh! Aku menempuh perjalanan jauh untuk memotret keindahan taman ini dan mendapatinya dalam balutan sport-suit sedang jogging menyusuri track. Dia terlihat menawan dengan 5 o'clock shadow-nya. Oooh, apa yang aku katakan?? Otak ini kotor sekali!!

Tak aku sangka aku melihatnya sedang memotret scenery di tempat aku biasa jogging. Dia mengenakan ankle boots berwarna coklat, pencil skirt warna krem, cardigan hijau belel yang kelonggaran. Dia terlihat mempesona dengan menggulung rambutnya asal-asalan dengan sebuah ikat rambut. Beberapa helai rambutnya terlepas dan tergantung bebas di dekat lehernya. Ingin sekali aku menariknya lalu merapikan rambutnya itu. Sial, pikiran macam apa ini! Dia anak ingusan yang masih kuliah semester 5!

Kami kembali bertemu di tempat yang tak terduga. International Youth Conference. Siapa sangka diantara tamu undangan yang datang ada dia duduk di deretan depan bersama orang-orang penting dari Ford Foundation, US Ambassy. Who's that person really? Aaaah, akan aku cari tahu nanti, pekerjaanku untuk mengurusi media yang datang hari ini benar-benar membuatku tak bisa memikirkan hal lain.

Apa aku salah lihat? Di International Youth Conference ini aku melihat sosok si mata bulat lagi. Dia mengenakan kaos seragam panitia, dengan name tag bertuliskan: Media Relation. Beberapa kali aku melihatnya sibuk menggiring beberapa juru warta ke lantai atas dimana para awak media bisa meliput acara ini dengan bebas. Sesekali dia berkomunikasi dengan temannya melalui radio panggil. Siapa gadis itu sebenarnya? Akan aku cari tahu nanti, sekarang ini bukan waktunya untuk memikirkan dia, aku harus beramah-tamah dengan orang-orang penting yang diundang di acara ini.

Katakanlah padaku bahwa cerita hidupku ini hanya Tuhan yang tahu. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 ku dengan penuh keringat dan tetesan air mata, aku bekerja di sebuah TV Swasta besar di negeri ini. Bukan menjadi seorang Akuntan-auditor-atau apapun yg berbau ekonomi, tapi menjadi seorang Researcher. Hari ini aku baru saja menandatangani kontrak kerjaku, dan aku berniat untuk merayakannya bersama Mickey, seorang teman yang menjadi reporter di DAAI TV.

Dan saat itulah, setelah lebih dari setahun tak bertemu. Aku kembali melihat sosok 5 o'clock shadow favourite ku. Dia menghampiri counter dan duduk di sebelahku. 'Mau pesan Americano, Mr. Alan?' Sapaku. Entah ada energi apa hingga aku berani menyapanya. Dia menolehkan wajahnya, menatapku terkejut.

Waktu berlalu begitu saja. Setelah empat tahun menjalani profesi auditor, aku memilih keluar dan menjadi chief internal auditor di sebuah perusahaan automotif. Hari ini aku datang ke kantor lamaku untuk mengurusi beberapa dokumen yang baru selesai diproses. Setelah itu aku memilih mampir ke sebuah coffee shop di dekat kantor. Sepertinya aku akan merindukan secangkir americano disini.


Saat aku mendekati counter, aku lihat pelayannya masih terlihat sibuk meracik pesanan sebelumnya. Sambil berdiri dan mengetuk-ngetukkan kuku, suara seorang perempuan menarik perhatianku, 'Mau pesan Americano, Mr. Alan?' Gadis bermata bulat itu, dia sedang tersenyum kepadaku.

"Masih ingat padaku Mr. Alan?"

"Ya, tentu saja. Aku bahkan pernah melihatmu di tempat lain! Masih aktif di youth movement?

"Hahaha, ya... That's my passion actually. Sayapun melihat anda di IYC dua tahun lalu. Sayang saya tak sempat menyapa anda Sir"

"Oouch, c'mon! I am not that old, just call me Alan! Aku juga melihatmu saat itu, kamu terlihat begitu sibuk"

"That was a hectic day!"

"Kamu masih suka fotografi?"

"How do you know?"

"Two frappucinos and waffle" sela barista sambil menyodorkan pesananku.

"Thaaaank-you" kataku sambil menyerahkan kartu flash-ku.

Mickey tiba tepat waktu. Dia mengagetkanku dengan muncul di belakang punggung.

"Keeeet, congratulation" teriaknya kencang.

Aku hanya membelahak kaget membiarkan dia memeluk tubuhku.

"It's such a great faith! Let's me pay this to celebrate it!"

"Udah aku bayar Mike!" Jawabku sembari menahan tawa. Aku meyodorkan frappucino ke arahnya. 

"Anyway, Alan, this is my superman, Mikey, and Mike, this is Alan, a--- "

"A friend!" Jawab Alan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Katerina.

Mikey mengerutkan dahinya dan memincingkan mata ke arah Katerina yg biasa dipanggilnya Keket. Berharap mendapatkan penjelasan dari arti kedipan Alan. Tapi katerina hanya menjawabnya dengan senyuman lebar.

Aku tak pernah menyangka bahwa kami akan mendapatkan momen untuk bercakap-cakap seperti ini. Pembicaraan singkat, menggantung, berakhir begitu saja karena aku harus segera pergi bersama Mikey. 

Apa yang baru saja terjadi? Aku dan gadis bermata bulat itu bercakap-cakap begitu akrab seperti dua orang yang telah mengenal lama. Siapa tadi namanya? Ket? Chaterine kah? Aku berlari tergesa-gesa menuju pintu keluar dan dia telah menghilang..

"Alan? Ada apa?"

Sosok gadis bermata buat itu muncul dari dalam coffee shop. Dia belum pergi meninggalkan tempat ini rupanya. Tapi kemunculannya yang mendadak membuat Alan kelu, tak tahu harus berkata apa.

"Aku lupa menanyakan namamu"

--0o0--



Kau pikir ada pertemuan seperti apa lagi setelah kejadian itu? Ada banyak. Cerita kami berdua sungguh dipenuhi dengan banyak ketidaksengajaan. Aku suka sekali dengan jalan ceritanya, jadi jangan salahkan aku jika aku memiliki cerita lengkapnya tertulis sempurna dalam buku jurnalku.

Tak akan ada yang menyangka aku kini bersanding dengan gadis bermata besar. Hanya dengan kehendaknyalah aku bisa menemukannya dan mendapatkan hatinya. Jika kisah ini dituliskan maka kisah ini akan berakhir 'bahagia selamanya'


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

Monday, December 2, 2013

Paul Walker

Paul Walker (played as Brian O'Conner in Fast Furious Sequels)


Who don't know Fast Furious Series? Dom - Brian - Mia - Letty, you must be kidding me!

To be frank, I won't write about that series, but I want to highlight something terrible: Another Mourning! This realm has already lost a beautiful creature, a talented actor, a heart-warming humanity-activist, a handsome guy: PAUL WALKER in a fiery car crash in Southern California on Saturday (Sunday, Dec 1, 2013 Indonesia Time). Walker was in the passenger seat of a 2005 Porsche Carrera GT, driven by a racing team partner, that slammed into a light pole and burst into flames in an office park in the community of Valencia in Santa Clarita, about 30 miles north of Hollywood.

Speed was a factor in the crash, the Los Angeles County Sheriff's Office said. A 45 mph speed limit sign was attached to the light pole knocked down by the Porsche. God! In fact, the car, which sold for $450,000 when new (please noted that), is a notoriously difficult vehicle to handle (another note, pals), even for professional drivers (yeap, it is even make it more obvious), according to Autoweek magazine. A top driver called it "scary". It is powered by a V-10, 610-hp engine. The wreck took place about 3:30 p.m. just a few hundred yards from the shop owned by Rodus (the racing team partner). Both men had attended a holiday toy drive for Walker's charity for Philippines natural-disaster victims, Reach Out Worldwide, hosted at the shop Saturday afternoon. Antonio Holmes told the Santa Clarita Valley Signal newspaper that he was at the charity event when Walker and Rodus left for a ride in the Porsche. HOW GENEROUS HE IS!

Somehow I am wondering now, how could Fast Furious Sequel after a sudden left from his star: Paul Walker?


Share:

Benar Memang: Semut di Ujung Lautan Tampak

Aku mulai merindukannya. Sahabatku yang kini ada di benua lain. Lucu memang, saat kami menghabiskan hari-hari kami bersama, aku tak pernah merindukannya seperti ini. Aku tak pernah tahu kapan perasaan membutuhkannya mulai tumbuh. Akupun tak pernah menyangka bahwa rasa seperti ini akan hadir dalam hatiku untuknya. Seperti rumput ilalang yang tak disadari telah merubah halaman gersang menjadi padang rumput yang lapang. Kemana saja aku ini? Bagaimana bisa perasaan ini luput dari pengamatan dan baru terdeteksi saat hati ini kehilangan dia dari pandangan.

Sesekali aku menghubunginya lewat sebuah pesan singkat menanyakan kabar. Terkadang aku menyisipkan pesan suara yang dia balas sambil menahan tawa. Tidakkah dia tahu rindu ini sungguh menyiksa? Bisakah dia menangkap sinyal-sinyal cinta lewat pesan yang aku sampaikan padanya? Sial memang! Kenapa aku harus mencintainya?

Tidak, bukan sial.. Tepatnya: Bodoh!

Si bodoh ini tak pernah bisa melihat ketulusan cinta orang yang ada di dekatnya. Mana ada seorang teman biasa rela menjemputmu yang tengah terjebak banjir? Mana ada seorang teman biasa memberikan kejutan ulang tahun super romantis di tepi danau? Mana ada seorang teman biasa mau mendengarkan kegalauanmu di telpon semalaman padahal dia sendiri sedang demam? --- Si bodoh ini adalah aku! Aku yang kini menyadari betapa 'si teman' sangat penting dalam hidupku saat 'si teman' sudah berada ribuan kilometer jauhnya, terpisah oleh laut-samudera, berada di daratan asing milik ras kaukasia.

Mungkinkah perasaannya yang selama 4 tahun tak terbalaskan itu telah terhapus hingga dia tak merespon positif perasaanku? Apakah aku telah kehilangan kesempatan untuk menjadikannya hanya milikku?

*si tolol yang telah menyadari kepandirannya, berharap kamu mau kembali dan menerimanya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share: