Posts

Showing posts from April, 2015

2 months

Hay beb, what are you doing inside? It's gonna be your first letter and i hope you know that you are loved and wanted.So, let me imagine in how old you are able to read --- in English? Seven? Ten? It will be a long period to wait for you read this and understand it. Or, it might run so fast? No matter it is but you should know that you're 2 months of pregnancy right now.It's april 30th,  2015 you made me puke all day long. I am wondering, what are you doing inside? Hopefully you are growing well dear. I drank water,  you threw it up. I ate bread -- snack, and you rejected them as well. I ate pear, a nice one from my super best friend mba silvy. Hopefully you like it. Take it okay, you really need it dear. And one day when you are born, call mba silvy with 'onty cantik' okay, she's gonna love it.Back to the day before today. It was 29th, and i went to office by public transportation as always.  It was a shiny day and the weather is hot. Kind of tropical land. Un…

Kedai lewat tengah malam

Aku selalu suka aroma kopi. Wanginya khas, buat aku tenang.Jadi, saat aku tidak tenang, aku memilih untuk mencium bau kopi. Beruntung aku hidup di ibu kota. Meski hampir tengah malam, aku tak kehabisan harapan untuk menemukan kedai kopi yang masih buka. Sebuah kedai dengan logo putri duyung tampak bersedia melayani 24 jam sehari. Pintu nya aku dorong, membunyikan klenengan yang digantung di kusen nya.Seorang bartender menoleh ke arahku. Dia terlihat mengantuk. Sepertinya sudah kelelahan meracik kopi sedari sore.Saat aku berdiri tepat di hadapan nya,  dia mulai menyapa dengan pertanyaan standarnya, "Selamat malam, mau pesan apa?"Jujur, meski aku suka aroma kopi, meski hampir tengah malam begini aku datang ke kedai kopi,  aku bukan peminum kopi. Tak ada satupun menu kopi yang aku bisa nikmati dari kedai ini. "Aku hanya beli ini" kataku sambil memungut benda kuning dengan bungkus plastik transparan. Aku menyodorkannya untuk dibuatkan tagihannya."Hanya ini?" …

Ups and Downs

"Are you happy?"I couldn't directly answer that question.  I guess,  I've made a mistake in my stories that draws him to the question. I didn't mean to be that obvious that i am not happy. But i couldn't be that frank. I can't.  Just because i can't imagine the worst that could happen with this honesty.He looks me in the eyes. Expecting the words from my mouth.I shake my head. "I won't answer that"He smiles. "Okay. I won't ask you any more"I bite my lip. This is wrong. We should talk this over. It can't be just a pull stop like this. He rises his hand, attracting a waiter to come over. "Bill, please"The waiter nods then disappears. We two don't start any conversation.  Pretending ourselves busy with our own gadgets. But i know pretty sure, nothing is inside. Nothing is inside our smart phones  that can really steals the main idea of tonight's issue."Excuse me, your bill is already paid. And we hav…

Hope

Sepertinya bukan hari, ini --- bisa jadi besok, atau lusa, minggu depan atau bulan depan, atau tahun depan, atau tahun-tahun berikutnya...Nanti, yaa ... nanti
------
Ini adalah harapan

FURIOUS7

"See You Again"
(Wiz Khalifafeat. Charlie Puth)

listen here

It's been a long day without you my friend
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh I'll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Damn who knew all the planes we flew
Good things we've been through
That I'll be standing right here
Talking to you about another path I
Know we loved to hit the road and laugh
But something told me that it wouldn't last
Had to switch up look at things different see the bigger picture
Those were the days hard work forever pays now I see you in a better place

How could we not talk about family when family's all that we got?
Everything I went through you were standing there by my side
And now you gonna be with me for the last ride

It's been a long day without you my friend
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh I'll tell you all a…

Tidak demikian

Saat aku memutuskan untuk menikah, seorang teman berkelakar,  katanya aku telah menemukan pria yang sempurna untuk dinikahi. Katanya dia cukup tampan, memiliki pekerjaan,  orang tuanya baik tipikal yang kekinian. Aku tersenyum, tidak menyanggah ataupun mengiyakan. Aku tak mau berdebat ataupun repot-repot menjelaskan mengapa aku begitu tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Lagipula ini bukan perihal kesempurnaannya yang datang dengan sebuah lamaran. Ini masalah kefahaman dan tentu saja ini adalah takdir Tuhan. Lagipula, meski tampan dan mapan adalah salah satu kombinasi yang diidamkam perempuan; meski keduanya bisa jadi hal yang kita pamerkan kepada teman-teman; meski menikahi keduanya dalam satu tubuh artinya bisa menikmatinya setiap saat atas dasar kepemilikan, tapi bukankah berada disampingnya untuk seumur hidup akan melelahkan? Karena pada satu titik dan seterusnya, ini bukan lagi perihal menyenangkannya bersanding dengan dia yang tampan dan mapan, tapi tentang memantaskan diri dan m…

Tanda Baca: Spasi

Aku bukan seorang perenung. Tapi jujur saja, waktu jeda seperti saat harus duduk diam dalam mobil, waktu saat diam menunggu dalam antrian, atau ketika berdiri di halte menunggu jemputan; aku, lebih tepatnya otakku selalu saja mencari-cari kegiatan diluar kendaliku. Berfikir misalnya. Aku bisa memikirkan hal yang baru saja aku lihat. Tapi yang menyakitkan buatku adalah memikirkan hal yang sudah lampau. Beberapa kali memikirkannya bisa membuatku merasa sakit, tak jarang disertai derai air mata, yang lebih parah, aku bisa saja melanjutkannya dengan penghakiman atas apa atau siapa yang pantas dipersalahkan.
Atas itulah aku tidak menyukai waktu jeda. Aku menghindari waktu dimana aku tak melakukan apa-apa. Aku menghindari waktu yang berpotensi menyakiti diriku sendiri. Tapi kali ini,  saat aku harus duduk menunggu nomor antrianku disebutkan oleh pengeras suara, aku memikirkan esensi dari 'jeda'.
Apa jadinya jika alfabet tidak mau disandingkan dengan jeda. Bisa jadi huruf-huruf itu …