Wednesday, May 15, 2019

Level 2: Melatih Kemandirian (Aliran Rasa)

Kusadari bahwa aku tak bisa selamanya ada di sisimu, anakku
Akan ada masa kamu hidup jauh dariku
Akan tiba waktu kamu engan berbagi masalahmu
Dan sebelum takdir itu tiba, izinkan aku merawat bibit fitrah yang sudah ada pada dirimu

Besar harapanku atasmu
Tak tanggung-tanggung, aku harapkan surga yang dijanjikan Tuhanku
Lewat anak sholih yang senantiasa mendoakanku
Sebagai jariyah yang tak sirna meski ajal telah merengkuhku
Share:

Friday, May 10, 2019

Level 2: Melatih Kemandirian Day #15


Berapa lama saya akan hidup mendampingi anak saya? memikirkannya selalu membuat saya takut.
(Mama Ibnu, 2015)

Semakin hari semakin banyak yang anak saya bisa lakukan. Hari ini dia sudah bisa membuat segelas susu, esok lusa dia mungkin sudah bisa memasak satu wajan nasi goreng untuk sarapan. Tapi sampai akhirnya dia mendapatkan kemampuan yang lebih dari hari ini tentu butuh proses. Dalam proses itulah peran saya sangat dibutuhkan. Setidaknya dengan keberadaan saya, nilai-nilai yang tumbuh dalam dirinya adalah nilai-nilai yang saya tanam. Nilai-nilai yang saya percaya baik untuk dimiliki seorang individu.

1 Week 1 Skill: Membaca Doa untuk Orang Tua.
Saya rasa, Ibnu sudah hafal doa untuk orang tua dalam kurun waktu 7 hari. Hal ini membuat saya kagum akan kecerdasannya. Menjadikan doa ini bagian dari rutinitas kami membuat saya semakin sadar ada banyak hal baik yang seharusnya menjadi rutinitas dan bagian dari hidup kami karena pada akhirnya semua ini (insya Allah) akan berbuah pahala.

“Berapa lama saya akan hidup mendampingi anak saya?”
Mama Ibnu - 2019 akan menjawab, “saya tak peduli, saya akan mempersiapkan anak saya sholih dan mandiri sejak sekarang juga.”

Share:

Thursday, May 9, 2019

Level 2: Melatih Kemandirian Day #14


Berapa lama saya akan hidup mendampingi anak saya? memikirkannya selalu membuat saya takut.
(Mama Ibnu, 2015)

Hari ini saya sedang merasa banyak tekanan dari kantor. Imbasnya, saya mudah sekali melimpahkan rasa kepada orang sekitar. Terlebih pada Ibnu yang saat salat tarawih malah buat keributan dengan berlari-lari di dalam masjid bersama teman-temannya.
Fitrahnya anak memang senang berlari di tempat lapang. Tapi bagaimana pun juga itu adalah tempat sholat dimana sepatutnya tidak ada keributan di tengah waktu ibadah. Saya menggendong ibnu keluar masjid dan memberi tahunya untuk berlari di luar masjid saja. Cukup lama kami berdiskusi. Ditambah Ibnu mulai menangis. Ibnu mulai merasa sedih karena saya marah. Dia bilang dia minta maaf karena sudah buat keributan. Mama jangan marah lagi. Padahal usianya baru 3 tahun. Tapi kata-kata yang dia lontarkan begitu dalam.
Saya semakin menyadari bahwa tugas saya sebagai orang tua begitu banyak. padahal waktu yang saya miliki tidaklah banyak. Semoga saya bisa segera menerapkan berbagai macam ilmu teori parenting yang selama ini saya pelajari, sebelum semuanya terlambat karena Ibnu semakin besar.

1 Week 1 Skill: Membaca Doa untuk Orang Tua.
Kami masih menyempatkan diri membaca doa orang tua selesai sholat magrib atau sebelum tidur. Hari ini alhamdulillah kami bisa membaca doanya dengan lancar.

“Berapa lama saya akan hidup mendampingi anak saya?”
Mama Ibnu - 2019 akan menjawab, “saya tak peduli, saya akan mempersiapkan anak saya sholih dan mandiri sejak sekarang juga.”

Share: