Wednesday, December 25, 2013

Peri Hutan

Pasukan air berdatangan
Membasahi setiap permukaan
Namun ada satu gadis tak pedulikan air hujan
Tetap berlari dengan satu tujuan
'Aku akan temukan cinta yang tak akan lekang'

Lalu terik mentari buat tanah jadi gersang
Ciptakan dahaga yang tak tertahan
Kemana gadis itu sekarang?
Dia masih saja berjalan dengan satu tujuan
Tapi dia buat kesalahan
Dia lupa pada peraturan, malah mencuri air untuk obati kehausan

Petir menyambar-nyambar, buat aura menakutkan
Seolah siap menghukum gadis itu atas pelanggaran
Tapi gadis itu menangis sedu sedan
Dan dia buat permohonan, dia buat perjanjian
'Kesalahan ini yang tak akan terulang'

Angin sepoi-sepoi getarkan dedaunan
Angin senja lukiskan keindahan
Gadis itu tetap melakukan perjalanan
Sambil mendekap pengalaman sebagai panduan
'Jangan ada lagi kesalahan' lafalnya sambil tetap berjalan

Saat melewati taman, kumbang-kumbang berdengung perlahan
Mengajaknya bermain dan berdendang
Lalu menari diantara bunga-bunga yang bermekaran
'Apa aku telah tiba pada akhir perjalanan?' Tanyanya dengan penuh harapan

Tak pernah ada jawaban,
Pasukan air tak pernah sakiti tanaman
Terik mentari selalu buat bunga menyunggingkan senyuman
Kilat dan petir tak lagi menakutkan
'Bolehkah aku tinggal disini kumbang? Mengabdi menjaga taman hingga seseorang membawakannya jawaban'

Kumbang berdengun pelan,


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence