Tuesday, December 24, 2013

Seharusnya Pergi Saja Kamu dan Jangan Pernah Kembali

Beri aku alasan mengapa ada letupan tak kasat mata ketika melihatmu setelah tiga tahun perasaan itu menghilang! Jelaskan padaku apa arti debaran jantung yang tiba-tiba tak beraturan begitu melihat wajahmu--dengan senyuman itu! Atau setidaknya beri aku sebuah penjelasan logis mengapa aku tak bisa mengenyahkan sosokmu dari benakku sedetik setelah mata ini dengan lancang mengirimkan proyeksi dirimu kedalam otakku. Pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk itu butuh jawaban karena aku membencimu! Meski aku berusaha sangat keras hanya untuk membuat tubuh ini mau menuruti perintahku, menjauhi sosokmu, berhenti menatapmu dan tidak berusaha untuk mencari dirimu diantara kerumunan otang-orang, tapi mengapa tubuh ini tidak dapat aku kendalikan? Bagaimana bisa kau punya kuasa untuk menarik panca indraku hanya kepadamu.

Ditengah alunan live music yang aku senangi, diiringi gelak tawa teman-teman yang saling melempar lelucon konyol, kau sukses menarik perhatianku, menghilangkan senyuman yang telah aku latih selama tiga tahun ini seperti debu yang tersapu air, tak meninggalkan bekas. Kau sesatkan aku dalam terang pesta ulang tahun milikku sendiri.

Sedikit terhuyung ingin aku mencapai pintu keluar, sekedar untuk menghirup oksigen lebih banyak agar bisa menjernihkan kepala yang tiba-tiba dipenuhi oleh dirimu. Tapi seorang teman bergaun biru memaksaku untuk berhenti hanya untuk mendengar basa-basinya dalam mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Lalu kamu berdiri tepat selangkah dibelakang perempuan itu.

Perempuan yang mengenalkan kamu sebagai kekasihnya!

Apa sesungguhnya rencana Tuhan untukku?

Aku sungguh ingin tahu rahasia Tuhan dengan menjadikanmu kekasih salah satu temanku?

Tiba-tiba saja aku merasakan kesepian di tengah keramaian pesta. Aku mungkin beretorika, tapi itulah adanya. Aku tak lagi menikmati live music ataupun canda-tawa. Merasa sendiri di tengah hingar-bingar pesta.


Ingin rasanya aku meneriakimu! Mengoceh tepat di depan matamu:

Beraninya kau menunjukkan batang hidungmu setelah pergi meninggalkan aku tanpa kabar, menggantungkan hubungan tanpa kejelasan! Hebatnya kau bahkan datang dengan wanita lain! Ke pesta ulang tahunku!
Orang tak berperasaan macam apa kamu?


"Din.."

Suara beratmu menggema di rongga telingaku. Menyadarkan aku dari lamunan yang dipenuhi rasa kesal.

"... Selamat ulang tahun"

Tak ada ucapan terima kasih yang keluar dari mulutku. Jantung ini tiba-tiba berontak. Isi perut mendadak dipenuhi kupu-kupu yg terbang tak tentu arah.

"Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?"

Dadaku sesak.

"Din?"

Aku menatapnya sambil berusaha keras menahan cairan panas dari kedua mataku yang siap meleleh lalu tumpah menyusuri pipi.

Ingin aku mengutuk sosok tampan di depanku yang pernah tega mencuri hatiku tanpa perrnah mengembalikannya lagi. Tapi lidah ini kelu, suaraku membeku dalam tenggorokanku. Pada akhirnya aku hanya menggeleng pelan lalu meninggalkanmu sendirian.




*Aku adalah Birthday Girl paling menyedihkan karena aku tiba-tiba terlihat seperti 10 tahun lebih tua. Ya menyedihkan memang menjadi seorang gadis yang ditinggal pergi kekasihnya tanpa ada ucapan perpisahan dan setelah bertahun-tahun menghilang dia kembali sebagai kekasih salah satu temannya.


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:
Location: Jakarta, Indonesia

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence