Tuesday, January 16, 2018

Kecerdasan (Day 7)

Hari pertama ketemu Inu di moment Cerdas Bersama Kakek-Nenek & Abah-Nini disambut dengan pelukan hangat. Mama rasanya senang sekali disambut dengan sebaik ini karena di video call terakhir Inu marah. Inu dengan lugas bilang "Inu ga suka" (ga suka lihat mama-papa lewat video call). Kalau neneknya menduga-duga, Inu kesal karena dia harus berpisah dari kami, orang tuanya. Alhasil, saya lebih banyak was-was di pertemuan pertama ini.

Sejauh yang para eyang ceritakan, Inu super behave. Mereka tidak merasa kerepotan dengan kehadiran Inu di tengah-tengah mereka. Inu cukup komunikatif, bisa dengan jelas mendeskripsikan apa yang ada dalam kepalanya juga dalam hatinya. Bahkan ketika marah sekalipun, saat abahnya minta Inu menjelaskan dengan tenang, Inu mau mencoba menjelaskan supaya abahnya faham (bayangkan anak umur 2 tahun sedang marah terus yg dimarahi minta penjelasan terus, Inu jadi bilang ini, "Inuuu --- sedaaaang --- kesaaaal", setiap kata diberi penekanan sambil menahan marah). Si Abah yang akhirnya faham mencoba membantu Inu meredakan amarah dengan cara dipeluk, "Inu sedang kesal, Innalillahi, sini Abah peluk".

Tapi kedatangan saya cukup membuat hari itu sebuah pengecualian. Inu sama sekali tidak mau ditemani selain dengan mamanya. Semua orang tidak boleh membantu dia juga membantu mama. Quality time kami almost perfect, mengingat hampir semua waktu kami habiskan berdua. Hal ini membuat momen good bye sudah pasti sangat berat. Terlebih berulang kali Inu mengatakan bahwa dia akan ikut Saya kembali pulang ke rumah. Meski Saya katakan bahwa Saya harus bekerja, Inu tetap bersikeras untuk ikut Saya pulang.


#Hari7
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunSayIIP
#Kecerdasan

Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence