Monday, November 6, 2017

Komunikasi Produktif (Day #5)


Hayooo, siapa setuju kalau anak itu paling pandai meniru??

Saya mulai mengajari ibnu membuang sampah semenjak BLW. Makanan dikumpulkan di 1 wadah. Dan saat membereskan left-over + remahan makanan juga di satu wadah. Berlanjut saat bisa makan jeruk, kulit dan ampasnya selalu bisa terkumpul juga dalam 1 wadah.

Saya gendong Inu supaya dia melihat sampah-sampah itu saya buang ke tempat sampah di dapur. Hingga akhirnya Inu bisa berjalan sendiri sambil membawa mangkuk sampahnya, tidak alpa kegiatan membuang sampah ini dia lakukan.

Sampai akhirnya dia lihat ibu-ibu yg lagi kasih makan anaknya buang biji salak dengan cara dilemparkan. Inu dengan fasih melakukan reka adegan. Dari wajahnya sih kelihatannya dia merasa senang. Tapi dalam hati mamah justru ada kebakaran.

Rasanya ingin keluarkan jurus silat ciaaaat ciaaaaaaatt.

Yuk ah ibu-ibu, kakak, tante semuanya, ngasih pembelajaran itu tidak hanya lewat lisan semata. Perlu contoh dan tindakan nyata. Ga sadar kan kalau ternyata ada anak kecil memperhatikan, anda ketahuan buang sampah sembarangan. 

Disini ada ibu yang jumpalikan ajarkan anaknya disiplin dan tatakrama. Supaya jadi manusia dewasa yang beretika. Yang lebih tua tolong semakin dijaga lagi kelakuannya. Ini bukan cuma tentang anda saja, buat saya juga jadi pelajaran. Saya tidak hanya bertanggung jawab atas etika anak saya, juga anak-anak yang memperhatikan kelakuan saya.



#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayii
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence