NHW #3: Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Saya harus mengakui bahwa saya selalu jatuh cinta pada Suami saya setiap harinya. Tanpa membuat Surat cinta pun percikan cinta selalu saja muncul tiap Kali kami berbincang berdua.

Satu fakta tentang masa kecil kami adalah: kami bertetetangga, menghabiskan masa kecil singkat bersama-sama. Saya tahu baik, buruk dan juga yang ada diantaranya. Dia menyebalkan dengan caranya (but I still want to be by his side). Lalu fakta lain terkuak saat dia mengajak saya menikah tanpa ada basa-basi pembuka ataupun tebar-tebar pesona. Saat kenangan masa kecil diubah 'pov'-nya, versi yang dia punya membuat versi yang saya punya tampak 'menggelikan'. Dia menjelaskan bahwa saya anak yang paling menarik diantara anak lain seangkatanku. Tentu saja saya meleleh mendengar pengakuannya itu.

Mengenai Surat cinta, dia selalu merasa geli dengan hal yang seperti ini. Dia pernah membaca tulisan serupa itu di blog saya dan mengakui bahwa dia tidak mampu membacanya dengan seksama hingga tuntas karena dia tak tahan, tulisan itu terasa kekanakan. Namun, saya pastikan dia membaca Surat cinta Ini. Belum ada jawaban, tapi saya tahu bahwa Surat cinta ini berharga untuknya karena ernah suatu Kali dia mengirimiku screen shoot penggalan chat yang aku kirimkan padanya saat awal pernikahan, dia bilang, "chat itu yang meyakinkan dia bahwa menikahiku adalah keputusan yang tepat". Chat yang menjadi jimat baginya disaat merasa lelah.

Sebagai orang yang saya andalkan keberadaannya, dia orang yang paling layak menjadi ayah dari anak-anak kami. Dia berusaha menjadi pribadi yang lebih baik agar menjadi contoh bagi anak kami. Dia selalu berusaha memenuhi tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami. Meski ada kesulitan ataupun halangan, itu tidak menyurutkan keinginannya untuk melakukan semua itu.

Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Drama kelahiran anak saya masih bisa saya ingat dengan jelas. Saat lahir, dia begitu ringkih dan mungil. Selang-selang yang menyambungkan tubuh dengan monitor atau alat medis lainnya masih bisa aku ingat. Hentakan tubuh saat pengecekan darah masih saja terbayang. Grafik peningkatan berat badan adalah salah satu pengobat rasa pahit atas ketidakberdayaan saya menjalani semua Ini. Anak saya tumbuh sehat. Kemampuan dia merespon suara, bertepuk tangan, mengenali bentuk, berjalan, berteriak semuanya selalu membuat saya tercengang Dan yak ada hentinya mengucap syukur. Dia pandai belajar, mudah mengerti, senang membantu, dan memakan semua masakan yang aku buatkan untuknya. Dia miliki semua yang dia butuhkan untuk menjadi apapun yang dia inginkan. Selama itu baik, maka aku akan senantiasa mendoakan demi kesukaan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Saya tidak yakin dengan potensi yang ada dalam diri saya. Saya senang menulis fiksi, ada beberapa tulisan yang saya anggap bagus Dan dapat penilaian serupa dari orang lain. Tapi hanya beberapa, tidak semua. Jika saya menyambung-nyambungkan semua hal, Dan menganggap potensi yang saya miliki adalah menulis, maka keberadaan saya sebagai pendamping hidup Suami Dan ibu dari anak saya ini adalah agar saya memahami bahwa saya tidak hidup dalam 'kepala saya' seperti halnya tulisan fiksi yang sering saya buat. Namun layaknya sebuah cerita, ada akhir bahagia yang selalu dinantikan. Maka sepatutnya selalu mengusahakan yang terbaik dengan tetap meyerahkan hasil akhir kepada Yang Maha Esa. Semoga dengan demikian, saya bisa menjalani kehidupan dengan ikhas namun tetap memiliki harapan tinggi. 

Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Saya mulai menyadari bahwa meniti kehidupan rumah tangga tidak sederhana. Ada banyak orang yang terlibat, tidak hanya Suami, anak dan saya saja; ada lebih dari itu karakter yang beririsan dalam kehidupan kami. Sebagai keluarga perantau yang juga tinggal di lingkungan perantau pula tentu saya menemui banyak kebiasaan baru. Saya menyadari bahwa ada banyak hal yang bisa menjadi konflik, hal yang baik sekalipun. Disini saya menyadari ada banyak hal yang bisa kami jadikan pelajaran hidup.
Ref:
Potensi diri:

Comments

Popular posts from this blog

Berita kriminal: Pencopetan di Kopaja 66

NHW Week #4: Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

NHW Week #1: Adab Menuntut Ilmu