Saturday, April 23, 2016

Balada malam minggu: Mom vs Mom

Moms, they are awesome. No mater who they are.

Trigger tulisan Ini karena aku udah jadi ibu-ibu, sering dapet broadcast message yang nunjukin kalo IBU rumah tangga ITU much more awesome than any moms on earth. Oooh cmoooon, so narrooooow!

Belum lagi broadcast yang ngebandingin perhiasan sama anak: sempit banget sih ngehakimin begitu. Menggambarkan para ibu pekerja yang ga rela menitipkan perhiasan ke orang lain tapi dengan mudah menitipkan anak kepada pembantu. Menjadi ibu yang baik itu bukan diukur dari berapa lama 'tinggal' di dalam rumahnya, melainkan berapa besar kualitas yang dihasilkan selama tinggal di rumah.

Sekarang gini deh, hukum mana yang ngejamin kalo istri jadi ibu rumah tangga maka Suami akan selalu setia dan anak akan menjadi anak sholeh-sholehah; Dan juga sebaliknya kalau istri punya karir di luar maka Suami akan jajan lalu anak jadi anak durhaka Dan pembangkang? Ga ADA satupun hukum yang matok begitu!

Kalo emang iya mau ngomongin ideal, maka ideal adalah istri di rumah, masak yang enak, ngurusin anak, beresin rumah, layani Suami; sementara urusan uang adakah tanggung jawab Suami. Back down to earth broooo! Sayangnya hidup ga selalu ideal. Insecurity is faaaar troublesome. Aku ga akan ngomongin the worst case, yg mild aja, just in case Suami tersayang yang setia Dan tanggung jawab ITU meninggal di usia muda, nah looo, what will you do? Back to your mommy??

Ga ada yang salah sama ibu pekerja kantoran. Yang salah itu klo ibu malah melalaikan kewajiban. Ga salah juga sama nitipin anak ke suster atau ke daycare, Wong udh pasti nitipin anak ke orang yang terpercaya. Besides yang salah itu kalo mikir bahwa pendidikan utama di rumah jadi dianggap ga penting atau malah diserahin ke suster. Justru apa gunanya IBU yang tinggal di rumah tapi cuma bikinin makan, nganterin anak ke sekolah, beres-beres rumah, tanpa prioritasin dengerin anak cerita tentang sekolahnya juga have quality time sama bapaknya? Gimana dia bisa lebih bagus dibandingkan ibu pekerja yang ketika pulang dia peluk kangen anaknya, tanya gimana harinya di sekolah, meriksa buku tulisnya Dan berdua nyiapin buat sekolah besok, lalu saat sama suaminya, dia punya ide buat makan Siang bareng mumpung hari Jumat lebih luang dibandingkan hari lainnya.
Disini, ga ada statement yang bilang kalau ibu karir lebih oke ketimbang ibu non-karir. Ga bilang juga kalo kerjaan rumah lebih mudah dibanding kerjaan kantor. Kalau mau banding-bandingan, bukan 'ibu' yang jadi objeknya. Karena IBU karir vs ibu rumah tangga, atau ibu baru vs ibu senior, atau ibu Gaul vs ibu kalem, atau ibu modern vs ibu tradisional mereka sama baiknya, no one better to another.

Again, semua ibu ITU luar biasa, hanya aja tergantung kualitasnya.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence