Friday, February 20, 2015

Vs.

Jika emosi digambarkan seperti air,  maka kiranya otakku itu sedang berubah wujud menjadi spons.

Spons menyerap air. Entah berapa banyak air yang bisa spons itu serap. Satu-satunya yang membuat spons itu tetap dapat menyerap air adalah sebuah ingatan bahwa sainganku bukanlah mba-mba cantik berkulit langsat dengan hijab warna pastel, melainkan para bidadari-bidadari surga yang sedari bulan lalu melambai-lambaikan tangan mencari perhatian. Mereka memang makhluk tak punya kerjaan karena surga tak perlu dirapihkan.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence