Wednesday, November 26, 2014

Koma (,)

Aku lupa kapan terakhir kita saling ucapkan cinta. Akupun tak ingat kapan terakhir kali kita pergi berdua. Karena makan malam kali ini sungguh berbeda. Rasanya tak nyaman, tak lagi terasa sempurna.

Hidangan malam ini adalah sepiring cek-cok panas dengam saus kata-kata pedas. Itu baru menu pembuka, ada jeda 30 menit sebelum penyajian menu utama. Kita habiskan piring itu hingga mulut berbusa dan air liur muncrat kemana-mana. Kita saling cela lontarkan makian kasar disertai bukti-bukti pengkhianatan yang direkam media sosial untuk kita.

Saat menu utama tersedia, kita mulai mengayunkan kaki pada benda mati. Sayang, tak ada perlawanan tentu tak menyenangkan. Kita mengayunkan tangan diarahkan pada pipi-pipi pasangan, ciptakan tanda rona merah yang mampu didihkan darah.

Menu penutup adalah sesuatu yang manis. Ya, karena pada akhirnya aku menangis,  dan kau salah tingkah merasa bersalah. Rasa canggung menggantung di angkasa, ciptakan koma, tanda yang memisahkan kita berdua.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence