Tuesday, October 21, 2014

Harapan Kita

Tentang mimpi-mimpi yang kita bicarakan di sela-sela perjalanan dibawah terang bulan; tentang kalimat-kalimat yang diawali dengan kata “semoga …”; tentang ucapan-ucapan yang terselip doa; …. Ini tentang harapan yang kita bahas sejak awal tahun ini ---- yang terkabul secara tiba-tiba seperti sebuah pertunjukan sulap dengan mantra abrakadabra

Kita tak pernah kehabisan topik untuk dibahas diantara lelah yang terkumpul di pelupuk mata. Membicarakan keputusan-keputusan bodoh di masa lalu yang sempat membuat ceria pergi entah kemana; berharap bahwa kita bukan underdog yang tak memiliki kemampuan untuk belajar seperti yang selalu Bli Putu Pande ucapkan. Kita yang saat itu menertawakan betapa hijaunya kita atas perasaan asing yang tiba-tiba menjadi raja penguasa. Kita yang kemudian merasa bahwa kita sama, miliki pahit yang sama dengan sayatan luka berbeda memilih menitipkan perasaan cinta itu pada Yang Maha Kuasa.

Kau yang ajari aku mencintai dengan cara yang DIA suka, kau ajari aku rapalan doa yang lalu buatku merasa aman dengan menyerahkan semua takdir kepada SANG PENCIPTA. Kita mencoba percaya bahwa jika pada saatnya, bahagia itu akan datang untuk kita

Doaku satu persatu terjawab dengan cara yang tak pernah kita sangka, bersabarlah, doamu pun akan terjawab dengan cara-Nya yang istimewa.


~ yang saat ini sedang mati rasa, bersemangatlah
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence