Saturday, August 30, 2014

Surat untuk Kalian Para Gadis Cantik yang Sedang Merasakan Cinta

Untuk kalian adik-adikku yang mulai beranjak dewasa.

Kalian bukan lagi adik kecil bawel tukang ngompol yang suka merengek seperti yang aku ingat dalam benakku. Kalian tumbuh sehat, tubuh kalian bahkan tumbuh dengan pesat, melewati tinggi badanku sendiri. Kalian tak lagi berteriak-teriak menuntut permen atau coklat, sekarang kalian berteriak-teriak saat lelaki tampan tertangkap oleh pandangan. Aku rasa, kalian pun mulai sembunyikan pesan-pesan cinta untuk mereka para lawan jenis yang mengagumi kalian sebagai seorang wanita. Berharap pesan-pesan dari hati itu tak pernah dibaca oleh orangtua. Tapi percayalah, ayah-ibu kita tahu semua tentang anaknya.

Kalian pergi menjauh saat sebuah nomor yang kalian hafal di luar kepala menggetarkan handphone meminta jawaban, bertelpon dengan suara pelan sambil menahan senyuman. Ayah-ibu mulai curiga dengan siapa kamu berbicara. Tapi mereka mungkin engan bertanya,  takut kamu jadi tak mau bicara. Atau mereka memang menunggu waktu yang tepat untuk menanyakannya. Mereka sungguh mengasihimu dan tak ingin kamu pergi menjauhi mereka karena persoalan curiga. Saat ini mungkin mereka diam saja, tapi saat usiamu kepala 2, situasinya akan berbeda.

(Sigh)
Kalian sungguh tumbuh menjadi anak perempuan cantik nan menarik, sayang. Kalian bukan lagi adik kecil bergigi ompong dan ingusan. Kepribadian kalian yang menyenangkan, hati yang penuh kasih, selera humor yang baik dan pengetahuan yang kalian miliki membuat mereka para lawan jenis terpikat oleh kalian. Tutur kata yang sopan, kedewasaan kalian sungguh mengagumkan. Jujur aku sangat senang dengan semua itu, tapi aku sebagai kakak jadi khawatir. Khawatir kalian dengan keluguan dan kepolosan kalian malah bertindak bodoh yang buat kalian menyesal.


Aku yang dilahirkan beberapa tahun lebih dulu pernah berada di usia kalian. Merasakan debaran yang serupa saat melihat dia si lawan jenis.  Merasakan sensasi kupu-kupu yang terbang di dalam perut, menggelitik dan aku menikmatinya. Atau mungkin kalian pernah merasaan adrenalin yang melunjak ketika tahu si sahabat juga terpikat pada dia yang kita suka. Lalu buat persahabatan yang terbangun saat awal masuk sekolah itu roboh karena angin 'perasaan-terkhianati'. Percayalah aku pernah mengalaminya dan itu jadi kenangan yang masih aku ingat hingga sekarang.

Sebenarnya, yang ingin aku sampaikan saat ini mungkin sulit untuk dimengerti. Ini tentang cinta yang tumbuh dalam hati. Maukah kalian berjanji untuk menjaganya hingga kalian siap untuk memberikannya pada orang asing yang inginkan kalian dengan cara yang suci?

Tunggulah, kalian hanya perlu bersabar 6-8 tahun untuk berikan cinta yang tumbuh tanpa pernah tersentuh oleh siapapun. Aku mohon dengarkan aku, itu waktu yang sungguh sangat singkat, dengan fokus menyelesaikan pendidikan senior kalian, menyelesaikan kuliah kalian, lalu bekerja 1 tahun, semua waktu itu sungguh sangat singkat. Jadi bersabarlah. Selama itu kamupun tak perlukan cinta orang asing. Cinta ayah-ibu,  kakak, adik, dan saudara-saudara yang lain sudah sangat cukup untuk menemani kalian hingga ke tahap itu. Mungkin tak jarang mereka memarahi, menuntut banyak hal padamu. Tapi itu semua bentuk cinta agar kamu tumbuh menjadi gadis kuat, mandiri, dan bisa diandalkan ketika kelak mereka pergi meninggalkan.

Jangan pernah takut cinta yang sudah dirawat selama 6-8 tahun itu terpaksa kau berikan pada orang yang tidak sesuai dengan keinginan kalian. TUHAN tidak miskin hingga hanya berikan 'hadiah-ala-kadarnya' untuk dirimu, masa depanmu. Pantaskan dirimu untuk bersiap menerima hadiah penantian itu hingga saatnya tiba. Tingkatkan qualitas dirimu untuk disandingkan dengan dia yang baik untukmu dan hidupmu.

Mungkin kamu masih belum paham dengan permohonanku ini. Aku sendiri butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa memahaminya.

Setidaknya jagalah cinta kalian hingga kalian menyelesaikan pendidikan senior kalian, mungkin seiringnya waktu kaliam akan paham dengan sendirinya mengapa cinta itu cukup diberikan pada 1 orang yang tepat yang bisa janjikanmu surga.

Salam sayang,
Kakakmu

____________
Untuk adik-adikku tersayang, 
aluh, laras, agis dan gledis yang sudah besar
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence