Thursday, July 10, 2014

Berita kriminal: Pencopetan di Kopaja 66

Teman-teman semua,

Jam 10 pagi ini saya hampir dapat musibah. Cuma karena pertolongan ALLAH saya tidak mengalami kecopetan pagi ini.

Kronologisnya saat saya naik kopaja 66 dari Kuningan menuju Tendean tempat kerja. Tanpa rasa curiga, saya naik kopaja dengan biasa-biasa saja. Di dalamnya sudah ada beberapa orang penumpang pria dengan posisi duduk acak seperti penumpang pada umumnya.

Salah saya adalah saya menggunakan tab di perjalanan. Bukan untuk pamer ataupun mendengarkan musik, saya mencek whatsapp saya karena memang setiap pagi selalu ada file yang harus saya share melalui aplikasi tersebut. Bedanya pagi ini saya terpaksa melakukannya di dalam kopaja karena bagun kesiangan dan tak sempat melakukannya saat di kosan. Mungkin karena saya memperlihatkan kalau saya punya tab lah yang membuat para pencopet meng identifikasi saya sebagai target mereka.

Ketika kopaja sudah hampir sampai ke tempat saya turun, saya berdiri dan ada seorang pria yang juga ikut berdiri. Dia seperti kebingungan antara akan turun atau tidak di tempat yg sama dengan saya. Tiba2, semua pria tersebut pun melakukan hal yang sama (berdiri untuk turun di tempat yang sama dengan saya) seperti membuat saya kerepotan karena sebagian orang mendorong saya agar cepat keluar dan sebagiaƱ lagi menghalangi saya untuk turun dari sana.

Saya mulai curiga,  mungkinkah mereka pencopet? Ternyata benar, satu orang bapak di sebelah kiri saya sudah memasukan tangannya kedalam tas saya. Refleks saya tarik tas saya dengan berteriak sehingga dia pun tarik keluar tangannya takut ketahuan. Tapi dia kemudian berpura marah, 'apaan sih?' Saya benar-benar ketakutan, apapun bisa terjadi karena semua penumpang itu kelompok pencopet dan saya perempuan sendirian.

Saat itu saya katakan 'maaf' pada bapak yang memasukan tangannya kedalam tas saya. Saya katakan padanya, 'Maaf pak, tangan bapak kena (menyentuh bagian tubuh saya)', saya rasa jika saya mengatakan kalau dia pencopet, bisa2 terjadi hal yang lebih buruk pada saya. Setelah itu, saya langsung loncat dari kopaja dan segera lari pergi dari tempat itu.

Sungguh pengalaman kali ini membuat saya syok. Seingat saya, ada 2 orang di depan saya menghalangi saya untuk turun, 2 orang di kanan yang mendorong saya supaya cepat turun, 2 orang di belakang saya mengantri untuk turun dan 2 orang di kiri saya mendorong saya untuk turun juga dengan 1 orang nya bertugas sebagai eksekutor yang melakukan pengambilan barang dr target.

Untuk teman-teman semua pengguna jasa angkutan umum, mohon selaku berdoa setiap pagi dan sore karena hanya TUHAN yang bisa melindungi kalian dari orang-orang yang jahat. Usaha kalian untuk terhindar dari musibah seperti ini pun sangat dianjurkan, sebisa mungkin untuk tidak perlu mengeluarkan dompet,  gadget, atau benda berharga lainnya, karena bisa membuat anda menjadi target kejahatan.
Semoga cerita ini bermanfaat untuk kalian semua, karena pencopetan di kopaja bukan cuma cerita kriminal yang terjadi randomly, tapi bisa juga terjadi pada diri kita pribadi.

Harap selalu waspada dan hati hati


---------
Gina, 1 jam 47 menit kemudian setelah waktu kejadian
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence