Saturday, February 22, 2014

Lingkaran Cahaya Malam

Ingatkah saat kau mengantarkan aku pulang malam itu? saat aku katakan bahwa aku menghilangkan kunci kamarku; kau terdiam, sepertinya sudah bosan dengan keteledoranku yang tak terobati. 

Rasa lelah telah menguasai tubuh, kedua mata mengetuk ijin untuk terpejam melalui rasa kantuk. Gerimis saat itu menciptakan bulir-bulir air yang menempel pada jendela mobil; cahaya lampu di pinggir jalan terdistorsi oleh tiap bulir air, berpendar, lalu ciptakan lingkaran cahaya indah, bergerak menyebar, bergerak lurus kadang melingkar, memaksa mata terbuka lebar meski setengah tak sadar. 

Aku ingat sayup-sayup kau katakan, "Akan kita pikirkan bagaimana untuk membuka kamarmu nanti"

Usapan tanganmu pada kepalaku menenangkan, tapi mata tak mau terpejam, tak ingin melewatkan indah lingkaran cahaya malam
Share:

0 comments:

Post a Comment

Free to speak up is still under circumstances, no violence