Define then Redefine
Aku berkenalan dengan banyak orang. Banyak diantaranya hanya hadir pada satu masa, sementara beberapa diantaranya menjadi bagian dari orang-orang yang menonton dan ikut menikmati setiap momen hidupku. Aku tidak tahu kapan perasaan itu berubah, dari hanya kenalan menjadi teman, tapi yang pasti, aku sangat senang mengenal mereka.
Lalu bertahun-tahun kemudian, ketika sudah terlalu banyak perubahan terjadi dan bahkan pertemuan tak pernah lagi terjadi kita berkelakar tentang hidup, "the reason why we have to be filthy rich because we can fly anytime just to see each other whenever we need it and soak ourselves in a river with Chanel on. Or, simply say, 'I'd transfered you 50 mil! Stop crying on that stupid brat! Let’s meet up at Masjidil Haram! We can rant to Allah about that jerk while we’re there.”



Comments
Post a Comment
Free to speak up is still under circumstances, no violence